news

Festival Film Santri Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema 'Iqra' untuk Baca Zaman, Rayakan Keislaman Lewat Bahasa Sinema

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Festival Film Santri 2025 (Instagram.com/@festival.filmsantri)

“Tema Iqra coba kami terjemahkan ke dalam program-program yang harapannya mampu menjadi titian muhibah antara film beserta ekosistemnya, santri dan dunia pesantrennya, serta publik; dengan saling berjumpa, saling membaca,” kata Yogi Ishabib, Direktur Program Festival Film Santri.

Lima Program Utama

Baca Juga: Peringati Hari Santri, Bupati Jember Gus Fawait Jelaskan Perjuangan Ponpes Hingga Janjikan Beasiswa Pendidikan

Festival Film Santri 2025 menghadirkan lima program utama, yaitu:

  1. Program Pemutaran Film (kompetisi, non-kompetisi, dan pemutaran spesial),

  2. Workshop,

  3. Diskusi Publik,

  4. Bazaar Buku, dan

  5. Malam Penghargaan.

Baca Juga: Siapa Pencetus Hari Santri Nasional? Mengenal Sosok KH Thoriq Darwis, Pengasuh Ponpes Babussalam Malang yang Lahir di Jember

Tahun ini, terdapat 124 film yang diseleksi oleh tim kurator, dengan kategori kompetisi dinilai oleh tiga dewan juri: Afrizal Malna, Hikmat Darmawan, dan Danial Rifki.

Program pemutaran spesial juga menampilkan film Nyanyi Sunyi dalam Rantang (Whispers in The Dabbas) karya sutradara ternama Garin Nugroho.

Workshop dan Diskusi: Belajar dari Praktisi

Rangkaian workshop turut melibatkan para praktisi dan kolektif film nasional.

Workshop pertama yaitu dari Magisa Sinaria memandu Workshop Pengembangan Ide Cerita. Kemudian Ampersound Post mengisi Workshop Sound Location dan kolektif Cineauf menyelenggarakan Workshop Kritik Film.

Halaman:

Tags

Terkini