“Tema Iqra coba kami terjemahkan ke dalam program-program yang harapannya mampu menjadi titian muhibah antara film beserta ekosistemnya, santri dan dunia pesantrennya, serta publik; dengan saling berjumpa, saling membaca,” kata Yogi Ishabib, Direktur Program Festival Film Santri.
Lima Program Utama
Festival Film Santri 2025 menghadirkan lima program utama, yaitu:
-
Program Pemutaran Film (kompetisi, non-kompetisi, dan pemutaran spesial),
-
Workshop,
-
Diskusi Publik,
-
Bazaar Buku, dan
-
Malam Penghargaan.
Tahun ini, terdapat 124 film yang diseleksi oleh tim kurator, dengan kategori kompetisi dinilai oleh tiga dewan juri: Afrizal Malna, Hikmat Darmawan, dan Danial Rifki.
Program pemutaran spesial juga menampilkan film Nyanyi Sunyi dalam Rantang (Whispers in The Dabbas) karya sutradara ternama Garin Nugroho.
Workshop dan Diskusi: Belajar dari Praktisi
Rangkaian workshop turut melibatkan para praktisi dan kolektif film nasional.
Workshop pertama yaitu dari Magisa Sinaria memandu Workshop Pengembangan Ide Cerita. Kemudian Ampersound Post mengisi Workshop Sound Location dan kolektif Cineauf menyelenggarakan Workshop Kritik Film.
Artikel Terkait
Bedah Buku "Nyantri", Harapkan Mindsed Santri Terbuka dan Makin Berkiprah Bagi Bangsa
Buya Yahya Sindir Pandangan Keliru soal Santri Bersimpuh di Depan Guru: 'Kalau dengan Benci, yang Baik pun Jadi Buruk'
Peringati Resolusi Jihad, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang Kerahkan Ribuan Peserta untuk Kirab Hari Santri
Peringati Hari Santri Nasional, Kiai di Jombang Serukan Umat Islam Harus Tetap Jaga Kerukunan
Apel Hari Santri Nasional, Gubernur Jatim Ajak Siswa SMKN 1 Klabang Bondowoso Jaga Spirit Jihad Kebangsaan