"nih makanan orang sakit yg gadoyan mam dan susah nelen," ucap netizen.
Menurut pemilik akun tersebut, menu MBG yang dibagikan ini seharusnya tidak hanya sebatas tidak keracunan, namun juga nilai gizinya.
"yang komen mending gak keracunan tuh kalau bercanda dan satir, oke lah ya lucu, tapi kalau defend beneran kocak aja sih. Ini tuh judulnya MAKAN BERGIZI GRATIS, benchmark kualitasnya bukan GAK KERACUNAN tapi BERGIZI, bukan cuma MAKAN GRATIS," tulisnya.
Menurutnya, orang-orang yang menerima MBG dengan menu roti dan susu itu karena kualitas MBG yang sudah seburuk itu, sehingga kini netizen lebih memberikan pemakluman.
"Ini program anggaran bertriliun-triliun dari duit pajak yang gw setor bahkan lebih banyak daripada ngirim jajan buat adek-adek gw ini. anggaran pendidikan segede itu bisa dialokasikan untuk pos yang lebih bermanfaat dengan benchmark kualitas lebih jelas untuk yang emang di bawah "pendidikan"," jelasnya.
Menurutnya, pemberian roti dan susu ini juga kurang tepat karena bisa menjadi salah sasaran dan tujuan.
"ini pula bentuknya susu 1 liter dan roti 1 pack. dibawa pulang buat dimakan sendiri? pasti gak habis. dimakan bareng? ya jadi salah sasaran dong demografi targetnya. kan MBGnya buat siswa," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!