Minggu, 19 Juli 2026

Aliansi Gizi Tuntut Pencopotan 6 Pejabat BGN, Soroti Kebijakan Roll Back hingga Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Ilustrasi MBG yang menuai banyak kontroversi. (Dok. BRI)
Ilustrasi MBG yang menuai banyak kontroversi. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Aliansi Pemantau Program Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan sejumlah tuntutan terkait perbaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Aliansi, Ahmad Yazdi, menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam tuntutan tersebut, aliansi meminta pencopotan enam pejabat BGN sekaligus.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Bela Program MBG di Tengah Sorotan Kasus Keracunan Ribuan Siswa

Nama-nama yang disebut yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, serta Tigor Pangaribuan, Ari Santoso, Ricola Febri, Redy Hendra Gunawan, dan Sony Sonjaya.

“Kenapa nama-nama tersebut kami usulkan, karena kami memandang dan melihat bahwa nama-nama itu adalah benalu yang jelas dan nyata di BGN,” ujar Ahmad Yazdi dalam pernyataan pers, Rabu, 8 Oktober 2025.

Ahmad Yazdi menegaskan, surat tuntutan tersebut telah dikirimkan ke Presiden Prabowo Subianto dan diterima oleh Kesekretariatan Negara.

Baca Juga: Polemik MBG Mencuat, DPRD Jember Beri Kritik Pedas ke SPPG: Masih Ada yang Belum Miliki Sertifikat Higienis dan Sanitasi

Ia berharap, langkah ini menjadi titik awal pembenahan menyeluruh pada pelaksanaan program MBG di lapangan.

Selain desakan pencopotan pejabat, aliansi juga menyoroti kebijakan roll back yang diterapkan oleh BGN.

Kebijakan itu membuat ribuan mitra dapur MBG harus kembali ke tahap pengajuan setelah lebih dari 20 hari tidak menunjukkan aktivitas operasional.

Menurut Yazdi, kebijakan ini menimbulkan banyak keluhan dari para mitra. Ia menyebut setidaknya ada 57 aduan yang masuk dari berbagai daerah mengenai penolakan verifikasi dapur.

Dalam pernyataannya, Yazdi mengkritik pelaksanaan kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar teknis yang kuat.

“Persoalannya sangat pelik, 6.018 dapur gizi yang diturunkan statusnya dari persiapan menjadi pengusulan kembali kemudian setelah diusulkan, tertolak. Celakanya lagi, teman-teman mitra sudah membangun, ada yang 100 persen, ada yang 40 persen progresnya,” jelas Yazdi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X