Namun, hasil rapat koordinasi antara FISIP Universitas Udayana, DPM, Himpunan Mahasiswa, dan pihak kampus menyimpulkan bahwa percakapan tersebut terjadi setelah korban meninggal dunia, bukan sebelum kejadian.
Dengan demikian, tidak ada hubungan langsung antara percakapan tersebut dan penyebab kematian Timothy.
“Kami sangat berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas Udayana turut merasakan kesedihan mendalam bersama keluarga dan sivitas akademika,” ujar Rektor Universitas Udayana, Prof I Ketut Sudarsana, dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman, empatik, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!