“Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius untuk terus memperkuat sistem proteksi data akademik,” paparnya.
Baca Juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana
Bayu menyebut, bahwa pada tahun 2024 lalu, pihaknya juga berhasil membongkar praktik serupa pada pelaksanaan UTBK SNBT.
Maka dari itu, pihak UNEJ terus meningkatkan sistem deteksi dini terhadap aktivitas digital yang mencurigakan.
“Kami mengimbau seluruh sivitas akademika agar bijak dalam membagikan data pribadi di platform digital untuk menghindari risiko kebocoran data,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!