“Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius untuk terus memperkuat sistem proteksi data akademik,” paparnya.
Baca Juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana
Bayu menyebut, bahwa pada tahun 2024 lalu, pihaknya juga berhasil membongkar praktik serupa pada pelaksanaan UTBK SNBT.
Maka dari itu, pihak UNEJ terus meningkatkan sistem deteksi dini terhadap aktivitas digital yang mencurigakan.
“Kami mengimbau seluruh sivitas akademika agar bijak dalam membagikan data pribadi di platform digital untuk menghindari risiko kebocoran data,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Update Kasus Kontroversi Trans 7 dan Pondok Pesantren, Stasiun Televisi Pilih Putus Kontrak Kerja Pihak yang Bersangkutan!
Bantah Mencibir Massa Aksi Demo Saat Sampaikan Aspirasi, Sejarawan ini Soroti Hal ini Pada Kejadian Dheninda Chaerunnisa
Viral Penipuan Dengan Iming-iming Dijadikan PNS di Nganjuk, Bayar Hingga Miliaran Tapi Tak Ada Hasil! Begini Modusnya
Update Kasus Tampar Siswa di Lebak: Setelah Heboh dan Kepala Sekolah Dinonaktifkan, Akhirnya Damai di Meja Gubernur
Tak Sekadar Program Sosial, Prabowo Klaim Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen
Reformasi BUMN ala Prabowo: WNA Boleh Jadi Bos, 1.000 Perusahaan Akan Dirampingkan Jadi 200