news

Dokter Richard Lee Usut Sebab Ambruknya Mushola Ponpes Al-Khoziny, Diduga Tak Menggunakan Teknik Konstruksi Sesuai Standar Nasional Indonesia

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Dokter Richard Lee bongkar sebab ambruknya mushola ponpes Al Khoziny yang menewaskan para santri saat beribadah. (Instagram/@dr.richard_lee.)

“Kalau bangunan yang digunakan untuk pribadi, let say dua atau tiga lantai misalnya, thats Oky,” tutur Alvin Tehmono seorang praktisi teknik sipil.

Pengecoran bangunan untuk pribadi masih diperbolehkan dilakukan sendiri. Tetapi apabila diperuntukkan bagi umum maka wajib menggunakan jasa konstruksi sesuai undang-undang yang berlaku.

Aturan dengan dasar hukum tersebut berbeda dengan tradisi santri mengecor yang telah ada sebagai wujud gotong royong di pondok pesantren. Sebagaimana santri bekerja untuk kepentingan bersama di pondoknya.

Dikutip melalui kanal youtube resmi @Rizky bercerita, pengecoran yang dilakukan santri dan mandor berinitial N, rupanya atas wewenang dari ustad berinitial M dengan bahan seadanya.

Seorang tukang yang turut serta dalam pembangunan memaparkan bahwa pengecoran lebih banyak menggunakan pasir daripada semennya.

“Saya ini cuma tukang pak, waktu kerja kemarin kami pakai bahan seadanya, semen campur batu kecil. Kadang lebih banyak pasirnya daripada semennya,” tutur seorang tukang berinitial N.

Saat pembangunan musholla tersebut, tukang yang bekerja sempat memprotes atas penggunaan bahan yang kurang sesuai. Namun, malah di bantah lantaran dianggap sebagai project amal. Sehingga dana yang digunakan juga terbatas.

Akan tetapi, struktur bangunan yang lemah dan pengecoran yang dipaksakan selesai itu tak menunjukkan adanya dokumen IMB.

Tidak hanya itu, seorang ahli struktur bangunan pun mengatakan bahwa besi tulang yang digunakan pada tiang utama sangat tipis dan bukan termasuk standar bangunan.

Berdasarkan fakta yang ditemukan, hal ini menimbulkan kejanggalan pada proses pembangunan musholla Al-Khoziny yang dipasrahkan sepenuhnya kepada salah satu ustad berinitial M.

Dilansir menurut keterangan dari kanal youtube resmi Rizky bercerita, catatan kuitansi yang ditemukan tidak sesuai dengan pengeluaran bahan material yang tercatat.

Hal ini ditemukan saat penyelidikan langsung pada toko bangunan, bahwasanya toko tersebut tak pernah mengirimkan bahan material pada ponpos Al-Khoziny.

Sementara itu di bawah reruntuhan, tim forensik menemukan catatan yang berasal dari mobil mercy usai di evakuasi. Mobil tersebut penyok dan kacanya pecah.

Namun di balik itu, ditemukan catatan keuangan yang mengungkapkan hasil bersih sisa uang mencapai 385 juta rupiah di sebuah dompet dari mobil mercy yang diketahui adalah mobil milik ustad berinitial M.

 Usai diselidiki lebih lanjut, sebuah catatan dari tas hitam yang ditemukan dibawah reruntuhan mengungkapkan bahwa terdapat aliran dana yang masuk pada rekening pribadi ustad berinitial M.

Halaman:

Tags

Terkini