SketsaNusantara.id - Badar SAR Nasional atau Basarnas resmi menghentikan operasi pencarian korban di Pondok Pesantren (ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers yang digelar Selasa, 7 Oktober 2025.
“Dari sisi SAR, kami akan selesaikan hari ini,” ujar Yudhi sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari YouTube BNPB Indonesia.
Setelah 9 hari proses pencarian korban, Basarnas menyerahkan mandat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Tahapan berikutnya akan dilanjutkan oleh BNPB,” tutur Yudhi lagi.
Yudhi menambahkan, secara teknis operasi SAR di Ponpes Al Khoziny dianggap selesai.
Salah satu pertimbangan yakni tidak adanya lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan.
Sementara itu, dari video yang diunggah salah satu Tim SAR Gabungan, sudah tidak ada lagi sisa-sisa reruntuhan bangunan musala yang ambruk.
“Bisa dilihat kondisi di sekitaran bangunan pondok pesantrennya,” ujar Tama Vidinillah dalam video yang diunggah di akun TikToknya @tamavidi.
Dalam video tersebut, terlihat tidak ada lagi sisa-sisa reruntuhan dari bangunan musala yang ambruk pada 29 September 2025 lalu.
Sebelum menutup resmi operasi pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran terakhir pada Selasa pagi, 7 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Dipangkas, Menkeu Purbaya Tantang Serapan hingga Akhir Oktober 2025
Tragis, Penumpang Pria Meninggal Dunia dalam Mobil Travel dari Banyuwangi ke Jember, Korban Diduga Kelelahan hingga Mengalami Serangan Jantung
Usai Viral Tepuk Sakinah, Pegawai DJP Kini Mulai Perkenalkan Tepuk Pajak, Warganet Ramai SIndir Ditjen Pajak Gegara Coretax Sering Eror
Dituduh Menghasut Padahal Jadi Paramedis, LBH Surabaya Ajukan Penangguhan Fahril dan Siapkan Pra Peradilan Lawan Kriminalisasi Aktivis Jember
Tinjau Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap Baru 50 Pesantren yang Miliki IMB