SketsaNusantara.id - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan keluhan pengacara kondang Hotman Paris terkait penurunan bunga deposito.
Hotman mempertanyakan mengapa imbal hasil dari simpanan di bank turun drastis.
Menanggapi itu, Purbaya Yudhi Sadewa yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan RI menjawab dengan lugas.
Menurutnya, penurunan bunga deposito memang sudah direncanakan pemerintah.
Hal ini memicu diskusi panjang di media sosial, hingga akhirnya Ferry Irwandi mencoba memberikan penjelasan sederhana agar lebih mudah dipahami publik.
“Penjelasan sederhana Rp200 T, Menkeu Purbaya YS dan Hotman Paris. Kita jelaskan dengan bahasa bayi yak. Letsgoo,” tulis Ferryyang dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagramnya @irwandiferry.
Ferry kemudian memaparkan istilah yang menjadi kunci dari polemik ini, yaitu SILPA. Menurutnya, SILPA adalah singkatan dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran.
Artinya, sisa uang APBN atau APBD di akhir tahun anggaran setelah dihitung semua penerimaan, belanja, dan pembiayaan.
“Silpa itu sisa uang APBN/APBD di akhir tahun anggaran setelah dihitung semua penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Sederhananya: duit negara yang nggak kepake atau ada kelebihan kas di kas negara/daerah,” jelasnya.
Untuk mempermudah pemahaman, Ferry memberikan ilustrasi sederhana mengenai kondisi APBN.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp2.500 triliun dengan belanja Rp3.000 triliun, sehingga tercipta defisit Rp500 triliun yang ditutup melalui utang.
Namun, dalam realisasinya pendapatan negara justru mencapai Rp2.600 triliun atau lebih tinggi Rp100 triliun dari target, sementara belanja hanya Rp2.900 triliun atau lebih rendah Rp100 triliun dari perkiraan awal.