news

Digerebek di Perumahan, Polisi Bongkar Pabrik Uang Palsu Hingga Ratusan Juta di Karangpawitan Garut

Rabu, 24 September 2025 | 10:00 WIB
Penampakan uang palsu di Garut siap edar (Tangkapan layar YouTube tvOneNews )

SketsaNusantara.id — Satuan Reserse Kriminal Polres Garut berhasil membongkar sindikat pemalsuan uang rupiah yang beroperasi di sebuah perumahan.

Perumahan tersebut berlokasi di Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Dalam penggerebekan pada Kamis, 18 September 2025, dan diunggah oleh YouTube tvOneNews pada Selasa, 23 September 2025, dilansir SketsaNusantara.id, polisi menangkap tiga orang tersangka dan menyita ribuan lembar uang palsu siap edar.

Baca Juga: 6 Fakta Dugaan Perpeloncoan Maba di Jurusan Teknik Pertanian UNSRI, Disuruh Saling Cium Sesama Jenis hingga 'Bisikan' Alumni

Dari lokasi kejadian polisi menemukan produksi uang palsu pecahan seratus ribu rupiah yang diduga telah beroperasi cukup lama.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKBP Joko Prihatin menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di perumahan.

 Setelah melakukan penyelidikan, Tim Sancang Polres Garut langsung melakukan penggerebekan, di lokasi, polisi mendapati sebuah rumah yang dijadikan tempat produksi uang palsu

Baca Juga: Bahas Perdamaian Dunia hingga Solusi Konflik Palestina-Israel, Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB Tuai Apresiasi

Para tersangka, masing-masing berinisial A (47), RP (26), dan DS (27), langsung diamankan. 

Tersangka A diketahui sebagai residivis dengan kasus serupa yang berperan sebagai pemodal dan penyedia alat, sementara RP dan DS bertugas membantu proses produksi, seperti memasang benang dan memotong lembaran uang.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita total 1.223 lembar uang pecahan Rp 100 ribu yang sudah siap edar, bersama dengan sejumlah uang palsu yang masih dalam tahap produksi.

Baca Juga: 100 Persen Hoaks! Widiyanti Putri Wardhana Tak Pernah Minta Mandi Pakai Air Galon, Stafsus Kemenpar Ungkap Kebiasaan Menteri saat Kunjungan ke Daerah

Jumlah uang palsu tersebut bernilai lebih dari seratus dua puluh juta rupiah serta 2 buah dus bekas mie instan berisi lembaran uang palsu setengah jadi yang belum dipotong.

Selain itu, peralatan yang digunakan untuk membuat uang palsu, seperti printer, laptop, mesin press, dan tinta khusus, juga ikut disita.

Halaman:

Tags

Terkini