SketsaNusantara.id — Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid bersama sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengunjungi aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya.
Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan moril dan komitmen GNB untuk menjadi penjamin bagi para aktivis yang dituduh melakukan penghasutan saat demo pada akhir Agustus lalu.
Dalam kunjungan tersebut, GNB yang diwakili oleh tokoh-tokoh seperti Sinta Nuriyah Wahid dan mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa aktivis bukanlah musuh negara.
Menurut mereka para aktivis adalah anak bangsa yang berjuang untuk demokrasi dan kemanusiaan.
"Kami bersurat kepada Bapak Polri dan ditembuskan pada Bapak Kapolda yang intinya adalah mereka-mereka yang melakukan demonstrasi, unjuk rasa secara damai mudah-mudahan segera dibebaskan," ujar Lukman Hakim dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Lukman Hakim juga menegaskan walaupun pihak kepolisian memiliki bukti dalam kaitan proses hukum yang dijalani, ia berharap penahanan mereka tetap menjunjung hak-hak dasar HAM.
Sinta Nuriyah dalam kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinannya terhadap penahanan para aktivis dan berharap tidak ada kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat.
"Kami semua dari Gerakan Nurani Bangsa, dari tokoh-tokoh tua yang merasa prihatin dengan terjadinya penahanan-panahanan seperti ini, apalagi yang ditahan adalah para aktivis belum tujuannya untuk memusuhi," tegas Shinta Nuriyah.
"Mereka adalah anak-anak bangsa meneruskan perjuangan bangsa ini, mereka ingin mewujudkan bahwa Indonesia adalah negara berdaulat dan bebas bersuara dan berpendapat," imbuhnya.
"Inilah tujuan kita Gerakan Nurani Bangsa datang kemari untuk meluruskan dan membebaskan mereka karena mereka adalah anak-anak bangsa kita yang berjuang untuk kemanusiaan untuk negara kita," tegasnya lagi.
Untuk itu, Sinta Nuriyah, Lukman Hakim Saifuddin dan anggota Gerakan Nurani Bangsa lainnya menyatakan bahwa GNB siap menjadi penjamin bagi enam aktivis yang ditahan.