SketsaNusantara.id - Gerimis yang mengguyur Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, pada Rabu, 10 September 2025, menjadi saksi perjuangan Ali, salah seorang guru ngaji yang menerima honorarium guru ngaji di Kantor Desa Yosorati.
Dengan menunggangi becak, Ali menanti dengan sabar di bawah peneduh becak yang terbalut plastik. Tak berselang lama, senyumnya merekah saat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember Hafid Nurul Yasin menghampirinya.
"Saya sudah menjadi guru ngaji mulai 2009 sampai sekarang," ungkap Ali. Dengan adanya honorarium tersebut, Ali mengaku beruntung dan bersyukur.
Baca Juga: Penerbangan Komersil 18 September 2025, Dishub: Harga Tiket Jember-Jakarta Sangat Ekonomis
Belum lagi, sesuai dengan janji bupati, dia menegaskan bahwa anaknya bisa mendapatkan beasiswa. Yakni, beasiswa pendidikan untuk anak guru ngaji.
Salah seorang pengajar ngaji di daerah tersebut, Ahmad Zaki Mubarok, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pencairan honor bagi para pengajar di Kabupaten Jember.
Menurut dia, metode distribusi yang baru jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, proses pencairan honorarium berjalan dengan baik, tidak seperti tahun-tahun lalu, yang mengharuskan kami antre sampai siang," ujarnya.
Ahmad Zaki mengakui bahwa dalam sistem penyaluran yang lama, dirinya harus mendatangi kantor kecamatan terlebih dahulu untuk menyelesaikan administrasi. Setelah itu, harus pergi ke bank penyalur untuk mengambil honorarium.
Baca Juga: Pemkab Jember Mulai Salurkan Bantuan Honorarium ke Puluhan Ribu Guru Ngaji
“Dulu harus diambil di kecamatan, lalu ke bank, sekarang bisa langsung di kantor desa. Total honor yang saya terima adalah Rp1,5 juta untuk periode tiga bulan," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI