SketsaNusantara.id - Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam aliansi Amarah Masyarakat Jember (AMJ), menyuarakan pendapatnya kepada DPRD Jember.
Hal ini merupakan buntut dari tuntutan mahasiswa pasca demonstrasi yang terjadi di Jakarta, hingga beberapa daerah lainnya.
Koordinator Aksi Abdul Aziz Al-Fajri mengatakan, kondisi saat ini sangat parah sekali apalagi pasca demonstrasi yang dilakukan beberapa hari lalu, masih banyak sekali mahasiswa yang ditahan oleh aparat kepolisian.
Baca Juga: Respon Polemik Nasional, Fraksi PKB DPRD Jember Minta Maaf dan Komitmen Tingkatkan Kinerja
"Ada banyak kawan-kawan kami yang masih ditahan, ada banyak sekali korban luka-luka hingga ada yang meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi di DPRD Jember, Selasa 9 September 2025.
Apalagi dalam menyampaikan berbagai aspirasinya, Aziz mengungkapkan jika kerap kali dihadapkan dengan aparat kepolisian.
"Mulai awal demonstrasi ini kerap kali dihadapkan dengan gas air mata yang sudah kadaluarsa, peluru karet, pentungan dan berdampak hingga merenggut nyawa," imbuhnya.
Dengan banyaknya mahasiswa yang masih ditahan, pihaknya menutut agar segera dibebaskan tanpa syarat dan pemerintah menugaskan aparat untuk kembali menjadi mengayomi.
"Banyak sekali tindakan represif yang kerap terjadi, maka dari kondisi ini kami meminta Kapolri telah gagal dalam menjalankan amanah dan harus dicopot dari jabatannya," paparnya.
Selain menyoroti persoalan pasca demonstrasi, Aziz juga memberikan kritik tajam terkait dengan kehidupan mewah dari para anggota DPRD Jember.
Kemudian, juga banyak sekali statemen dari para legislator yang kerap menyakiti hati masyarakat.
"Maka harus ada reformasi dalam perekrutan calon anggota DPRD, sehingga sosok yang dipilih adalah orang yang memiliki kompetensi," tegasnya.