SketsaNusantara.id – Nur Siti, warga Kecamatan Tanggul, tak kuasa menahan tangis saat diwawancarai sejumlah awak media. Tepatnya, di RSD dr Soebandi, Jumat, 5 September 2025.
Nur Siti mengaku terharu dan senang menjadi salah seorang penerima manfaat, yakni sebuah kaki palsu. Jauh-jauh datang dari Tanggul, dia rela mengantre sampai mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.
"Saya sudah tidak bisa jalan sejak bayi. Bahkan, saya sudah pakai alat bantu jalan mulai belajar berjalan," ungkapya.
Jelas, dengan adanya kaki palsu, diharapkan dapat meringankan beban Nur Siti saat bekerja menjadi penjahit dan mencukupi anak semata wayangnya. Lantas mengapa Nur Siti baru dapat bantuan?
"Dari dulu, saya belum pernah diperhatikan. Sering dimintai fotokopi KTP dan KK tapi tidak ada bantuan yang datang ke rumah," tegah perempuan berusia kepala empat tersebut.
Dia mengaku bosan dan marah setiap kali perangkat desa mencintainya data, tetapi tidak ada apapun yang tiba di rumahnya di kemudian hari. Namun, hal tidak terduga saat Nur Siti mengaku iseng menggunakan saluran Wadul Gus'e.
"Saya coba-coba sambat, wadul ke pemerintah melalui Wadul Gus'e," katanya.
Akhirnya mendapatkan bantuan pun didapatkan. Nur Siti menjadi salah satu dari sepuluh penerima kaki palsu.
Nur Siti berharap, bantuan kaki palsu itu dapat memudahkannya bekerja sebagai penjahit. Dengan begitu, dapat memberikan apapun yang keluarganya inginkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI