"Terhadap petugas yang kemarin melakikan kesalahan atau pelanggaran, saat ini Kepolisian RI (Polri) telah melakukan pemeriksaan," imbuhnya.
"Saya minta proses ini dilakukan dengan cepat dan transparan yang bisa diikuti secara terbuka oleh publik," tuturnya.
Baca Juga: Tragedi Affan Kurniawan di Pejompongan: Ria Ricis, Pasha Ungu, hingga Willie Salim Turut Berduka
Diketahui, 7 anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis telah ditahan dan diperiksa, dengan proses yang terus didalami pihak berwajib.
Prabowo sebelumnya juga mengunjungi keluarga Affan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan berupa rumah di Cileungsi serta dukungan pendidikan untuk adik Affan.
3. Evaluasi Tunjangan dan Moratorium Kunjungan Kerja DPR
Menanggapi kemarahan publik terhadap tunjangan anggota DPR, Prabowo mengumumkan bahwa pimpinan DPR telah sepakat untuk mencabut sejumlah kebijakan, termasuk tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan dan meniadakan moratorium atau kunjungan kerja ke luar negeri.
"Para pimpinan menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan juga morotarium kunjungan kerja ke luar negeri," ujarnya.
Langkah ini diambil untuk menunjukkan komitmen DPR dalam mendengarkan aspirasi rakyat dan upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan sosial belakangan ini. Presiden berharap para pejabat negara lebih peka dan dapat menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.
4. Membuka Ruang Aspirasi Masyarakat
Prabowo juga memerintahkan pimpinan DPR untuk segera membuka ruang dialog dengan masyarakat, termasuk tokoh mahasiswa dan kelompok sipil, guna menampung kritik dan masukan.
"Saya meminta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh mahasiswa, agar bisa langsung berdialog dan diterima dengan baik," tuturnya.
"Saya juga sampaikan agar semua KL mengambil masukan-masukan dan menerima koreksi-koreksi langsung dari masyarakat," pesan Prabowo.