Meskipun begitu, pihaknya akan memastikan LP2B di Jember tetap terjaga dan bila mana ada perubahan, maka seyogyanya ada pengganti lahan yang sepadan.
"Seperti kabar soal akan dibangunnya Sekolah Polisi Negara (SPN) ini, memang diperbolehkan. Tetapi, lahan di sekitar situ ada tanaman tebu dan masih produktif," ucapnya.
"Bila akan diberikan ke Polda Jatim, maka harus ada pengganti yang sepadan dan lahan produktif," tukasnya.
Wahyu menambahkan, harapan masyarakat yang disampaikan saat reses juga keinginan agar lahan pertanian produktif ini tidak ikut dialihkan.
Baca Juga: Dengarkan Aspirasi Warga, Politisi Gerindra DPRD Jember Rozi: Siap Kawal Usulan Pelayanan Publik
"Jadi ini masukan dan aspirasi yang akan kami bawa nantinya, untuk bisa memastikan secara langsung LP2B ini benar-benar adanya," tambahnya.
Maka dari itu, aspirasi ini akan dibawa ke DPRD Jember untuk didiskusikan bersama agar harapan petani terkait luasan lahan ini tetap tejaga.
"Kita akan menggelar rapat gabungan dengan Komisi A, yang mana untuk memverifikasi langsung LP2B di lapangan," katanya.
Sebab, menjaga lahan pertanian produktif merupakan bagian dari asta cita presiden yang ingin swasembada pangan.
"Ini kan bagian dari asta cita presiden, maka harus kita kawal agar ketahanan pangan dan swasembada bisa tercapai," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI