SketsaNusantara.id - Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) terus menjadi perbincangan publik karena, di tengan tergerusnya lahan produktif di Jember.
Melihat hal tersebut, Anggota DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mengatakan kondisi saat ini sangat berat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu.
"Dampaknya sangat besar, ekonomi lesu dan tantangan soal lapangan kerja menipis," ujarnya saat reses di Kecamatan Patrang, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Baca Juga: Warga Ambulu Minta Ada Standar Harga Tembakau Petani, DPRD Jember Bakal Kawal Aspirasi Masyarakat
Dengan kondisi tersebut, menurutnya sektor pertanian menjadi jalan untuk bisa bertahan.
"Penguatan di sektor domestik khususnya pertanian menjadi hal yang paling utama, karena masyarakat Indonesia mayoritas begantung di sektor pertanian, perikanan dan peternakan," tegasnya.
Ia mengungkapkan, langkah yang seharusnya diambil oleh Pemerintah Daerah ini dengan melakukan optimalisasi pada penggunaan lahan produktif untuk ketahanan pangan.
"Maka dari itu lahan-lahan yang ada di Jember saat ini harus dievaluasi, apakah pemanfaatannya sudah maksimal atau belum untuk ketahanan pangan," imbuhnya.
Apalagi dengan adanya isu soal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang banyak disuarakan masyarakat agar lahan produktig tidak dialih fungsikan.
"Kami mendapatkan masukan juga dari masyarakat soal lahan produktif, jangan sampai ini dialihkan untuk hal lain," sambungnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilik, pada surat keputusan (SK) LP2B dari tahun ke tahun yang tidak ada perbuahan sedikit pun.
"Dari tahun 2022 hingga 2025 yang terbaru, luasan LP2B di Jember mencapai 86.358,78 hektar. Total tersebut jika diperinci memang ada pergeseran-pergeseran, tetapi tidak ada perubahan dari tahun kemarin hingga sekarang," tegasnya.
Artikel Terkait
Jalur Gumitir Dikebut Perbaikannya, DPRD Jember Ingatkan Kualitas Pengerjaanya Paling Utama
Rencana Hibah 47 Hektar Lahan, Pansus Aset DPRD Jember Konsultasikan ke Biro Hukum Pemprov Jatim: Ini Bentuk Kehati-hatian
Hibah 47 Hektar Aset Pemkab Jember ke Polda Jatim, Pansus DPRD Jember: Ini Peluang Pertumbuhan Ekonomi
Demi Kepastian Hukum, Pansus Aset DPRD Jember Konsultasikan Rencana Hibah Lahan 47 Hektar ke Polda Jatim
Hibah Lahan 47 Hektar ke Polda Jatim Tuai Kritik dari Masyarakat, Pansus Aset DPRD Jember Cari Win-Win Solution
Dengarkan Aspirasi Warga, Politisi Gerindra DPRD Jember Rozi: Siap Kawal Usulan Pelayanan Publik
Terima Banyak Aduan Soal Banjir Genangan, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember Soroti Infrastuktur dan Drainase
Warga Keluhkan Akses Pertanian dan Infrastuktur, Legislator Fraksi Gerindra DPRD Jember Kawal Usulan Masyarakat
Kesulitan Air Bersih saat Musim Kemarau, Legislator Gerindra DPRD Jember Usulkan Penggunaan Pipanisasi
Warga Ambulu Minta Ada Standar Harga Tembakau Petani, DPRD Jember Bakal Kawal Aspirasi Masyarakat