Untuk menambah meriah, ikon kebanggaan Jember, Jember Fashion Carnaval (JFC), juga unjuk gigi sebagai bagian dari promosi budaya dan pariwisata daerah.
Baca Juga: Pemkab Jember Genjot Perbaikan Jalan, Dinas PU Bina Marga dan SDA Sebut Masih 3 AMP yang Lolos
Dua domba yang dihadirkan Jember benar-benar menjadi magnet perhatian utama. Banyak pengunjung yang mencoba memberi susu menggunakan botol kepada domba, sebelum melanjutkan menikmati beragam produk yang ada di stand.
"Antusiasme tinggi juga terlihat dalam ketertarikan masyarakat terhadap produk khas Jember, seperti topi batik dan kopi Ketakasi, yang laris manis dibeli pengunjung," terangnya.
Kreativitas Jember dalam menyajikan desain stand, ikon budaya, produk lokal, serta atraksi wisata yang menarik berhasil memikat perhatian dewan juri.
"Di akhir acara, Kabupaten Jember pun meraih gelar Juara Stand Terbaik Festival Dewi Cemara 2025," ulasnya.
Baca Juga: Maksimalkan Pelayanan, Pemkab Jember Gelar Sosialisasi dan Bimtek SP4N Lapor, Wadul Gus’e, serta UHC
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Jember mampu mengangkat potensi lokal menjadi daya tarik pariwisata di tingkat provinsi.
Lebih dari sekadar promosi, keterlibatan Jember memberikan dampak positif bagi citra pariwisata daerah serta peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.
Ke depan, Bobby menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan desa wisata agar dapat bersaing di tingkat regional dan nasional.
Dengan keberhasilan ini, Jember semakin memperkuat posisinya sebagai daerah kaya akan potensi wisata berbasis budaya, kearifan lokal, dan kreativitas masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI