SketsaNusantara.id - Baru-baru ini, Presiden Prabowo memberikan tanda penghargaan untuk beberapa pejabat dan pegawai pemerintahan.
Penghargaan tersebut ditujukan bagi pejabat yang dinilai loyal dan mengabdi sepenuhnya kepada bangsa.
Namun acara bagi-bagi penghargaan tersebut mengusik filsuf kritis Rocky Gerung yang menurutnya bertentangan dengan kondisi negara saat ini.
Berdasarkan pantauan tim SketsaNusantara.id melalui sebuah video yang diunggah di channel YouTube Rocky Gerung Official, akademisi ini menumpahkan keheranannya.
Video tersebut berjudul ‘Paradoks! Penerima Bintang Mahaputera dari Presiden kok Malah Orang-Orang yang Bermasalah?’ yang diunggah pada 26 Agustus 2025.
Para pejabat yang menerima tanda penghargaan tersebut justru merupakan sosok yang kontroversial menurut Rocky.
“Khusus untuk anggota kabinet banyak selama ini dikenal sebagai figur yang kontroversial, justru mereka ini malah mendapat bintang kehormatan,” katanya dikutip oleh tim redaksi.
Ujaran Rocky tersebut seolah mewakili keresahan masyarakat yang juga mempertanyakan hal yang sama.
“Itulah kelihatannya yang digelisahkan publik hari ini, ketika sejumlah nama bahkan ratusan nama diberi tanda kehormatan negara oleh Presiden Prabowo,” lanjutnya.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Harapkan Amnesti dari Prabowo Subianto, Komisaris KPK: Itu Tidak Layak!
Menurut Rocky, definisi pahlawan yang sebenarnya bukan hanya yang mendapat penghargaan secara fisik semata.
“Jadi seseorang itu disebut pahlawan karena dia mengorbankan dirinya untuk kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan orang lain,” kata dosen Universitas Indonesia ini.