Semestinya banyak aspek yang harus dipertimbangkan sebelum seorang pejabat dikatakan layak mendapat penghargaan.
“Publik justru mempertanyakan atas dasar apa mereka diberi bintang kehormatan? Apakah dengan bintang kehormatan itu mereka layak dihormati?” lanjutnya.
Momen pembagian penghargaan yang dinilai penuh rekayasa ini dinilai Rocky bukan bagian dari etika kehormatan.
“Etika kehormatan itu dasarnya adalah pengorbanan yang betul-betul tulus, yang otentik, bukan pengorbanan yang direkayasa hanya untuk dapat pujian,” tegasnya.
Sejatinya sebuah penghormatan itu adalah diakui oleh rakyat, bukan mengakui atau diklaim oleh diri sendiri.
“Penghormatan itu harus datang dari pengakuan dan kesediaan rakyat untuk memberinya,” lanjutnya.
Menurut Rocky, masih banyak orang di luaran sana yang lebih layak mendapat penghargaan.
“Banyak orang yang tidak pernah mendapat bintang kehormatan, tapi di depan publik sebenarnya dia punya posisi yang sangat terhormat,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Bakal Hapus Tantiem untuk Komisaris BUMN, Apa Itu? Berikut Definisi dan Aturan Pemberiannya
Prabowo Singgung BUMN, Pangkas Komisaris, dan Tegaskan Pajak Keadilan dalam Pidato Kenegaraan Perdana di Senayan
Prabowo Umumkan Pengangguran Terendah sejak 1998, DPR Ingatkan Pentingnya Sertifikasi Tenaga Kerja
Kisah Andra, Remaja Tanpa Ayah yang Temukan Harapan Baru Lewat Sekolah Rakyat Asuhan Prabowo Subianto
Momen Prabowo Subianto Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci Tengah Malam di TMP Kalibata, Kenang Jasa Para Pahlawan
Momen Haru Presiden Prabowo Subianto Cium Bendera Merah Putih pada Upacara HUT Ke-80 Indonesia di Istana Merdeka
Apa itu Satyalancana Wira Karya? Mantan Bupati Jember, Hendy Siswanto Dianugerahi Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, Tuai Decak Kagum Warganet