Dalam contoh, surat ditujukan kepada Ketua KPK RI disertai informasi pribadi pengirim seperti nama, tempat tanggal lahir hingga alamat.
Selanjutnya, surat tersebut mencantumkan tuntutan agar Ketua KPK segera memeriksa, menetapkan sebagai tersangka hingga menahan Sudewo.
Pria yang menjabat sebagai Bupati Pati periode 2024-2029 ini diduga terlibat tindak pidana korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA tahun 2022-2024.
Baca Juga: Demo Pati Disebut Sosiolog Sebagai Reaksi Terhadap Pemimpin 'Jadong', Nama Kaesang Terseret
2. Dikirim Serentak Lewat Kantor Pos
Aksi damai yang dimulai dari Posko Donasi di depan Kantor Bupati ini akan berpusat di Kantor Pos Pati.
Para peserta, masing-masing akan mengirimkan surat ke KPK melalui Kantor Pos dengan biaya mandiri.
“Dari posko di alun-alun, kita nanti berjalan kaki menuju kantor pos kira-kira sejauah 500 meter dari alun-alun, kita nanti masukkan surat tersebut sendiri-sendiri dengan biaya sendiri-sendiri,” ujar salah satu panitia dalam video yang diunggah akun Instagram @patisakpore.
3. Donasi Ratusan Juta
Aksi damai ini juga didukung oleh donasi dari warga yang dikumpulkan sejak 19 Agustus 2025 lalu.
Hingga 24 Agustus 2025 malam, setidaknya terkumpul donasi sebesar Rp148.625.999.
Donasi tersebut akan digunakan untuk aksi lanjutan yang akan digelar pada 2-3 September 2025.
“Donasi yang kami kumpulkan di sini dari sukarrla warga seluruh Kabupaten Pati diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kepentingan berangkat ke Jakarta. Kepentingan apa? Satu menyewa bus, dua konsumsi peserta aksi selama 2 hari,” ujar Kristono dalam video yang diunggah akun @masyarakatpati.bersatu.