Kamis, 4 Juni 2026

Demo Pati Disebut Sosiolog Sebagai Reaksi Terhadap Pemimpin 'Jadong', Nama Kaesang Terseret

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Demo Pati pada 13 Agustus 2025 (YouTube KOMPASTV )
Demo Pati pada 13 Agustus 2025 (YouTube KOMPASTV )

 

SketsaNusantara.id - Aksi demonstrasi besar-besaran masyarakat Pati dipandang sosiolog sebagai bentuk perlawanan terhadap pemimpin yang jadong.

Media Sosial kita beberapa terakhir ini diramaikan oleh demo terhadap Bupati Pati, Sudewo, di mana masyarakat Pati menginginkan ia mundur dari jabatannya.

Secara tegas masyarakat meminta agar Bupati Sudewo turun dari jabatannya sebagai bentuk protes telah menaikkan pajak hingga 250 persen.

Baca Juga: Berlanjut! Kali Ini Kenaikan PBB Nyaris 1000 Persen di Cirebon, Balqis Humaira Soroti Pola yang Mirip Pati

Aksi ribuan masyarakat Pati yang turun ke jalan tersebut sontak menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia sebab turunnya mereka ke jalan secara kompak disebut sebagai bentuk keberanian dan kekompakan masyarakat Pati dalam melakukan perlawanan terhadap arogansi penguasa.

Senada dengan hal itu, Sastrawan dan Sosiolog Okky Madasari juga menilai demo besar-besaran di Pati merupakan gerakan yang sudah biasa dilakukan masyarakat Pati sejak dulu kala.

Menurutnya demo Pati terhadap Bupati Sudewo merupakan bentuk perlawanan rakyat  untuk mendidik 'penguasa yang bebal' yang kerap dilakukan masyarakat Pati.

"Pemerintah ini bebal, bebal itu kadang-kadang tidak sama dengan sekedar bodoh tetapi mereka secara sengaja untuk memilih tidak mendengar," tegas Okky Madasari dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV.

Istilah tersebut menurut Okky diambil dari buku Syed Husein dalam bukunya Sosiologi Korupsi.

"Ada pula istilah yang ditelorkan buku itu yakni jadong, jahat, bodoh, sombong jadi pemimpin-pemimpin ini termasuk yang di Pati ini merupakan manifestasi dari jadong tadi, sudah jahat, bodoh, sombong pula," ungkapnya mengaitkan dengan sikap Sudewo yang telah disebut menantang masyarakat Pati.

Menurutnya, sikap jadong pemimpin-pemimpin di negeri ini sudah sistemik dibanyak institusi serta individu-individu.

Dalam hal istilah jadong ini Okky mencontohkan pada sosok Kaesang Pangarep saat ia dan Jokowi di kritik habis-habisan ketika hendak mencalonkan diri sebagai gubernur.

Saat itu muncul panggilan Mulyono kepada Jokowi dan Kaesang yang disebut sebagai produk dari Mulyono.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Forum Keadilan TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X