SketsaNusantara.id - Ekonomi Jawa Timur kembali menunjukkan performa gemilang. Pada semester I/2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat sebesar 5,23 persen, melampaui capaian nasional yang berada di angka 5,12 persen.
Capaian ini menjadikan provinsi Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Jatim ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta akomodasi dan makanan-minuman.
Tak hanya itu, inflasi juga terkendali di level 2,21 persen, yang menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kondisi ini dipaparkan dalam Media Briefing Triwulan III yang digelar OJK Jatim.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, memberikan apresiasi atas kinerja positif tersebut. Menurutnya, capaian ekonomi tak lepas dari kerja keras pemerintah yang bersinergi dengan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang sehat hanya bisa terjaga bila kita bersama-sama menjaga stabilitas. Masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah harus berkolaborasi agar Jawa Timur tetap menjadi lokomotif ekonomi nasional,” tegas Ning Lia.
Ia menekankan bahwa stabilitas bukan hanya terkait angka statistik, tetapi juga rasa aman, kepercayaan, dan semangat gotong royong.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh ajakan yang tidak bermanfaat.
“Saya kira saat ini kita hidup di era yang patut disyukuri. Apalagi masih dalam momentum peringatan kemerdekaan, di mana Surabaya adalah tonggak perjuangan 10 November. Jangan ada aksi-aksi yang mengusik kondusivitas. Jatim baik-baik saja, dan banyak warga sudah merasakan hidup bahagia di tengah capaian ini,” ujarnya.
Selain itu, Ning Lia menegaskan dukungannya terhadap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.