SketsaNusantara.id - Harga beras di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan bahwa stok beras saat ini melimpah. Meski demikian, perbedaan harga antarwilayah masih cukup mencolok dan menjadi perhatian pemerintah.
Budi menjelaskan bahwa penyebab kenaikan harga beberapa waktu lalu bukan karena kurangnya pasokan, melainkan hambatan distribusi.
Baca Juga: Stok SPHP 1,3 Juta Ton Beras di Gudang Bulog Terancam Rusak, Kemendagri Soroti Lambatnya Distribusi
Hal ini disampaikannya usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.
“Kalau misal dari ritel modern berkurang (pasokan), ya berarti distribusinya. Barangnya kan ada,” kata Budi Santoso kepada awak media.
Ia menegaskan pemerintah tengah mendorong distribusi beras agar merata ke seluruh daerah. Langkah itu dilakukan melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Baca Juga: 132 Ton Beras Premium Disita, Dirut PT Food Station dan 2 Bawahan Ditetapkan Jadi Tersangka Oplosan
Program tersebut melibatkan Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menekan harga di pasaran.
Budi juga menyebut pemerintah melakukan pengawasan langsung di lapangan. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mempercepat distribusi beras dan memastikan harga terus menurun.
“Sebagian sudah mulai turun, kita masih terus melakukan pengawasan,” ujarnya.
Selain itu, Budi menyoroti keberadaan beras SPHP yang mulai terlihat lebih banyak di pasar modern. Ia mengakui jumlahnya masih belum maksimal, namun terus meningkat setiap pekan.
Kehadiran beras SPHP diharapkan bisa menahan lonjakan harga dan menjadi pilihan masyarakat.