news

Refleksi dan Pesan Tom Lembong Maknai Kemerdekaan pada Peringatan HUT ke-80 RI: Kita Terpenjara Tekanan Batin dan Dijajah Ketidakadilan

Selasa, 19 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Potret Tom Lembong sampaikan pesan pada peringatan pada HUT ke-80 RI sebagai hasil refleksi dirinya pasca bebas dari jeratan kasus korupsi (Instagram/tomlembong)

SketsaNusantara.id - Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 menjadi momen refleksi bagi banyak orang, termasuk bagi Thomas Trikasih Lembong.

Mantan Menteri Perdagangan yang akrab disapa Tom Lembong itu mengungkap makna "kemerdekaan" setelah bebas pasca mendapatkan abolisi dari Presiden Prabowo Subianto pasca terjerat kasus dugaan korupsi impor gula.

Tom Lembong mendapat hak prerogatif dari Presiden sehingga menghentikan proses hukum dan penghapusan hukuman pidana terhadapnya.

Baca Juga: Proses Hukum Tom Lembong DIhentikan Usai Dapat Dihapuskan dari Presiden, Netizen Sindir Pemerintah Bak Jadi 'Pahlawan Kesiangan', Ada Maksud Politis?

Pasca kebebasannya, Tom membagikan refleksi mendalam melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang tiba-tiba mencuri perhatian publik.

Dalam unggahannya, Tom mengunggah foto dirinya sedang menjalani sidang di pengadilan Tipikor Jakarta. Ia merenungkan serta menyadari bahwa setiap orang “terpenjara” dan sedang berjuang memerdekakan diri dari berbagai tekanan maupun kondisi sosial di lingkungan sekitar.

"Sebagai warga yang baru saja di-merdekakan: Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke‑80," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @tomlembong yang diunggah pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.

"Dalam tahanan, saya sempat berpikir: memang kita semua berjuang dalam 'penjara' kita masing‑masing. Kita 'terpenjara' oleh tekanan batin, tekanan keuangan, atau tekanan sosial," tandasnya.

 Baca Juga: 9 Bulan di Balik Jeruji dan Bebas Abolisi, Tom Lembong Cerita Ditahan Tanpa Pengacara dan Jadi Tersangka saat Malam Hari

Ia juga menyampaikan pesan menyentuh, agar masyarakat saling membantu memerdekakan orang lain yang hingga kini masih merasa “dijajah” oleh ketidakadilan.

"Kita dijajah atau di-bully oleh kondisi yang tidak adil. Mungkin momen di bulan kemerdekaan ini, kita bisa berkomitmen untuk saling membantu, saling memerdekakan dari 'penjara' kita masing-masing," pesannya.

Unggahan ini memantik empati dan menginspirasi banyak orang. Pesannya sekaligus menyadarkan bahwa setiap orang belum merasakan "kemerdekaan".

Baca Juga: Mahfud MD hingga Said Didu Apresiasi Prabowo, Denny Siregar Sebut Ada yang Tidak Tenang dengan Abolisi yang Diberikan untuk Tom Lembong, Siapa?

Banyak warganet mengapresiasi unggahan Tom yang menyampaikan pesan mendalam soal perjuangan setiap individu untuk terbebas dari belenggu ketidakdilan dan persepsi sosial yang kini semakin banyak ditemui karena kebijakan pemerintah yang membuat tak berpihak pada rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini