news

Prosesi Restu Ibu: Merawat Ingatan Kolektif bersama Sudut Kalisat Melalui Festival Kampung Lorstkal

Minggu, 17 Agustus 2025 | 12:58 WIB
Prosesi Restu Ibu (SketsaNusantara.id / Qorry 'Aina )

"Di sini (Kalisat), setiap ada yang mau merantau pasti meminta restu ibu. Ada yang disuapi, dilangkahi tiga kali, ada juga yang dibawain potongan rambut ibunya, semacam jadi jimat," terangnya.

Festival ini, kata Hakim, sebagai bentuk penghormatan kepada figur Ibu, baik secara simbolik maupun harfiah, sebagai penjaga nilai, pelindung kehidupan, dan fondasi identitas sosial budaya.

Baca Juga: Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat

"Dalam konteks lokal Kampung Lorstkal, sosok Ibu bukan hanya sebagai pribadi, tetapi juga sebagai representasi komunitas yang menjaga kesinambungan budaya, memori kolektif, dan relasi sosial," 

Sherin Fardarisa, salah satu mahasiswa Universitas Jember merasa bahwa melalui festival ini, ia dapat melihat sisi lain dari makna Restu Ibu.

"Lewat festival ini, aku jadi belajar betapa khidmat dan bermaknanya restu dari orang tua. Bagi perantau sepertiku, Sudut Kalisat berhasil menampilkan kultur perantauan yang tidak terbatas pada ucapan 'hati-hati di jalan,' tapi bagaimana perantauan menjadi titik balik dinamika yang terjadi di dalam keluarga," ungkap Sherin.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini