Kamis, 4 Juni 2026

Gelar Malam Tirakatan 17 Agustus, Warga Mojosongo Jombang Nyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Baca Tahlil

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 23:15 WIB
Warga Desa Mojosongo, Jombang saat berkumpul melaksanakan malam tirakatan menjelang 17 Agustus. (SketsaNusantara.id)
Warga Desa Mojosongo, Jombang saat berkumpul melaksanakan malam tirakatan menjelang 17 Agustus. (SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id – Sekitar 300 warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah menghadiri malam tirakatan yang digelar di teras Wargym (Warung Gym) RT 03 Mojosongo, Sabtu malam,  16 Agustus 2025. Acara yang berlangsung setelah salat Isya ini turut dihadiri Ketua RW 08, para Ketua RT 01, 02, 03, Kepala Dusun, serta para sesepuh RW 08 Dusun Mojosongo.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Ibu Heni selaku MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Setelah itu, suasana hening tercipta ketika tahlil dipimpin Bapak Hafidz, diikuti khidmat oleh seluruh warga. Sambutan disampaikan oleh Ketua RT 03, Bapak Zainuri, selaku tuan rumah, dan disusul Bapak Abdurrahman selaku Kepala Dusun Mojosongo.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Muhammad Saifuddin,  dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa malam tirakatan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus perekat kebersamaan warga.

Baca Juga: 5 Cara Kreatif Ajarkan Anak Cinta Tanah Air di Momen HUT RI ke-80: Seru, Edukatif, dan Penuh Makna!

“Kalau umat Islam selalu menunggu datangnya Ramadhan, maka orang Indonesia secara nasionalis pasti menunggu datangnya bulan Agustus. Rame-ramene wong Indonesia iku pas wulan Agustus,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tirakatan atau barikan dalam tradisi Jawa bermakna doa bersama. Tirakat berarti berdoa, sementara barikan berarti duduk bersama yang bisa dimaknai sebagai barokah. Menurutnya, malam ini adalah kesempatan warga untuk mendoakan para pejuang kemerdekaan.

“Kita semua hadir di sini sudah termasuk cara mensyukuri kemerdekaan, tidak usah berperang. Nek gegeran terus, merdekane tekan ndi? Saudara itu sama-sama mengerti haknya dan sama-sama melakukan kewajibannya,” tambahnya.

Baca Juga: Jangan Salah Tulis! Begini Penulisan yang Tepat untuk Ucapan HUT RI Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

Dalam pesannya, ia juga mengingatkan kembali dawuh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari bahwa hubbul wathon minal iman – cinta tanah air sebagian dari iman. Bahkan Bung Tomo ketika berjuang di Surabaya tidak pernah lupa mengumandangkan “Allahu Akbar” tiga kali sebagaimana pesan Mbah Hasyim untuk membakar semangat para pejuang.

Sementara itu, konsumsi pada acara malam tirakatan diperoleh dari iuran nasi kotak antarwarga serta sumbangan dana sukarela. Para warga yang duduk bersila diiringi nasi kotak dan hidangan sederhana menjadi bukti nyata semangat gotong royong. Warga tampak saling berbagi dengan senyum, menambah kehangatan kebersamaan.

Sya’roni, Ketua RW 08, menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya lahir dari semangat warga. “Kegiatan Agustusan tahun ini dilaksanakan dari warga dan untuk warga,” ujarnya.

Baca Juga: Download Gratis 20 Link Twibbon Hari Kemerdekaan Indonesia Gatis untuk Rayakan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2025

Hal senada diungkapkan Ketua RT 01, Bapak Antok, yang menekankan pentingnya komunikasi agar seluruh warga merasa terlibat.

“Kami akan selalu berusaha menjaga keakraban warga, bahkan jika harus door to door agar informasi agenda Agustusan dapat tersampaikan dengan baik,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X