"Terima kasih pak Jumantoro sudah hadir mewakili Jember. Kami dari pemandangan menyaksikan demokrasi di Pati. Beliau adalah motivator kami, pak sehat-sehat," komentar akun @mas_udin87.
Jumantoro ternyata bukan nama asing di Bumi Pandhalungan. Mengutip dari situs NU Online, warga Desa Candijati, Kecamatan Ajasa ternyata adalah pendamping pertanian di Jember.
Pria kelahiran 4 Juni 1976 tersebut dikenal sebagai sosok yang berpengaruh di Jember dan sangat dekat dengan masyarakat.
Tak bisa dianggap remeh, Jumantoro pernah belajar banding ke Tiongkok hingga Thailand dan mentransfer ilmunya sebagai pendamping petani yang menjadi sosok inspiratif bagi para pemuda di Jember.
Berkat dedikasinya yang memajukan para petani, Jumantoro meraih penghargaan Pemuda Tani Inovasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur pada tahun 2006 dan penghargaan Petani Pelopor Gerakan Pupuk Berimbang dari PT Petrokimia Gresik tahun 2007.
Tak hanya itu, Jumantoro juga dikenal sebagai medsos pegiat yang sering mewakili keresahan masyarakat, seperti saat kelangkaan pupuk atau ketika harga tembakau di Jember anjlok. Ia juga menjadi perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember dan Forum Komunikasi Petani Jawa Timur yang ikut menyuarakan aspirasi masyarakat di Gedung DPR RI.
Melalui akun TikTok miliknya, Jumantoro tidak hanya mendokumentasikan kegiatannya sebagai pendamping pertanian, tetapi juga ikut menyuarakan aspirasi masyarakat.
Dukungannya pada warga Pati dalam aksi demo kenaikan PBB beberapa waktu lalu mendapat pujian warganet yang menjadi momen perjuangan melawan masyarakat kepala daerah yang semena-mena menetapkan kebijakan untuk rakyatnya.
“(Demo Pati) ini adalah bukti bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Warga Pati menuntut turunkan Bupati yang tak bermoral dan tak beretika. Pemimpin jangan asal ceplas-ceplos menetapkan kebijakan,” ucap Jumantoro.
“Dari Demo Pati ini, Indonesia bisa belajar bahwa pemimpin, DPR, Bupati, dipilih oleh rakyat. Para penguasa arogan apalagi yang tidak bisa bekerja untuk rakyat, mereka bisa diturunkan oleh rakyatnya sendiri,” tandasnya. "
“Pati hebat, ribuan orang berhasil memukul mundur polisi. Rakyat tak gentar meski aparat keamanan mengeluarkan gas air mata dan memihak pada para penguasa, bukan melindungi rakyatnya, luar biasa semangat Pati bisa membawa Indonesia lebih baik,” tutupnya.
Video yang diunggah Jumantoro jadi viral di TikTok dan Instagram yang menjadi bukti masyarakat bahwa tak bisa diam dan berhak melawan ketidakadilan para penguasa yang tak lagi memiliki moral serta etika dalam menetapkan kebijakan, apalagi ketika suara rakyat tak lagi didengar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini