Perwakilan keluarga, Mora Dharma Silitonga, menyampaikan kebanggaan atas penerbitan buku ini.
“Eyang kami selalu mengajarkan bahwa ukuran keberhasilan bukan harta pribadi, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan untuk rakyat,” ungkap Mora.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengutip pesan Margono yang menjadi inspirasi BNI sejak 1946.
“Bangsa ini butuh bank sendiri bukan hanya untuk menghitung uang tetapi untuk menyusun harga diri,” ujarnya.
Penulis HMU Kurniadi dan Jimmy S. Harianto mengungkapkan, riset buku ini memakan waktu lebih dari setahun dengan penelusuran arsip sejarah dan wawancara berbagai pihak.
Wakil Pemimpin Umum Kompas Paulus Tri Agung Kristanto menilai buku ini menjadi rujukan penting mengenai peran strategis para pendiri bangsa.
Peluncuran buku diakhiri dengan penandatanganan dan sesi foto bersama, dihadiri akademisi, sejarawan, ekonom, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946 juga sudah tersedia di toko buku seluruh Indonesia dan platform daring.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!