Kamis, 4 Juni 2026

Buku Margono Djojohadikusumo resmi dirilis, Fadli Zon hingga Fahri Hamzah Ungkap Peran Pendiri BNI 1946

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Fadli Zon saat menghadiri peluncuran buku Margono Djojohadikusumo (Dok. BNI)
Fadli Zon saat menghadiri peluncuran buku Margono Djojohadikusumo (Dok. BNI)

SketsaNusantara.id - Buku Margono Djojohadikusumo: Pejuang Ekonomi dan Pendiri BNI 1946 karya HMU Kurniadi dan Jimmy S. Harianto resmi diluncurkan Penerbit Buku Kompas di Kompas Institute pada Jumat 8 Agustus 2025.

Karya ini mengupas perjalanan hidup Margono sebagai perintis ekonomi nasional sekaligus pendiri Bank Negara Indonesia pada 1946.

Buku Margono Djojohadikusumo ini juga menyoroti perannya dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi Indonesia pasca-kemerdekaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam acara peluncuran, menyambut baik terbitnya buku tersebut sebagai upaya menjaga memori kolektif bangsa.

Baca Juga: Barang Bukti Hasto Masih Ditahan KPK Meski Sudah Dapat Amnesti, Termasuk Flashdisk dan Buku Catatan, Ada Apa?

Ia menegaskan, Margono mewariskan dua hal penting bagi Indonesia, yakni BNI 1946 dan koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi.

“Selamat kepada mas Jimmy dan mas Kurniadi atas bukunya. Semoga ini menjadi bagian yang penting di dalam menjaga memori kolektif bangsa,” ujar Fadli.

Acara ini juga turut dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, keluarga besar Margono Djojohadikusumo, anggota DPR, jajaran BNI, hingga sejumlah tokoh publik.

Fahri Hamzah menilai pemikiran Margono soal perbankan yang berpihak pada rakyat masih relevan untuk menjawab tantangan perumahan layak.

Baca Juga: Dana Nasabah Tak Akan Hilang, Ini Pernyataan Lengkap dari BRI, Mandiri, BNI hingga Bank Daerah

“Margono mengajarkan bahwa lembaga keuangan harus menjadi alat pemerataan kesejahteraan, bukan sekadar mesin keuntungan,” tegas Fahri.

Sementara itu, Muhammad Qodari menyoroti peran Margono dalam mencetak uang pertama Republik Indonesia, Oeang Republik Indonesia (ORI).

Pengamat politik Muhammad Qodari juga mengusulkan agar Margono diakui secara resmi sebagai Bapak Uang Republik Indonesia.

“Seperti halnya para pejuang di medan tempur, Margono berjuang di medan ekonomi...layak jika negara memberi penghormatan formal sebagai Bapak Uang Republik Indonesia,” ujar Qodari.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X