news

Pemkab Jember Fokus Bahas Perlindungan Anak, Perbaikan Data Pendidikan, dan Optimalisasi Penggunaan Waktu Libur

Senin, 28 Juli 2025 | 23:27 WIB
Bupati Jember saat menggelar audiensi dengan kepala SMP se-Kabupaten Jember. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id - Tak melulu soal pariwisata, pada serangkaian program Bungadesaku di Kecamatan Ambulu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengadakan pertemuan khusus dengan semua kepala sekolah SMP se-Kabupaten Jember.

Muaranya, pertemuan itu digelar guna membahas isu penting mengenai perlindungan anak, perbaikan data pendidikan, dan optimalisasi penggunaan waktu libur siswa. Termasuk berbagai proses kegiatan belajar mengajar.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan, rasa prihatin terhadap laporan dari Lapas Jember mengenai peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Bawa Banyak Misi dalam Pelaksanaan Bunga Desaku di Ambulu

Menurut dia, kasus tersebut menempati posisi ketiga tertinggi. Oleh karena itu, Gus Fawait meminta kepala sekolah untuk mendukung peran institusi pendidikan sebagai benteng untuk pencegahan masalah tersebut.

“Kami memohon bantuan para kepala sekolah merumuskan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kasus pelecehan seksual, terutama kepada anak di bawah umur. Sekolah merupakan tempat yang paling strategis untuk memulai pendidikan pencegahan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya perbaikan data Dapodik yang menjadi acuan dalam pengajuan bantuan ke kementerian. Terutama dalam hal perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Jember, Bupati Gus Fawait Keluarkan SE Siswa Bisa Belajar dari Rumah

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah jalan panjang untuk mengatasi masalah kemiskinan. Jika kita berhasil mengatasi kemiskinan maka banyak masalah sosial, termasuk kekerasan terhadap anak, dapat kita tekan,” ungkap bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga membahas kebijakan mengenai pembelajaran saat siswa libur.

Ia menekankan agar para guru tidak diwajibkan untuk datang ke sekolah jika siswa sedang libur atau mengikuti pembelajaran dari rumah.

Baca Juga: Dinilai Cuma Fokus Seremonial, Gus Fawait Panen Kritik Usai Hadiri Festival Egrang, Netizen: 'BBM Tidak Ada Pak'

“Jika siswa libur, guru juga libur. Jika siswa belajar di rumah, maka guru juga sebaiknya mengajar dari rumah. Jangan sampai ada guru yang datang ke sekolah padahal siswa tidak ada. Saya telah mengeluarkan surat edaran mengenai hal ini,” jelasnya.

Sebagai penutup, Bupati menekankan larangan sementara untuk pelaksanaan studi tour di luar Kabupaten Jember.

Halaman:

Tags

Terkini