Minggu, 19 Juli 2026

Dinilai Cuma Fokus Seremonial, Gus Fawait Panen Kritik Usai Hadiri Festival Egrang, Netizen: 'BBM Tidak Ada Pak'

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Senin, 28 Juli 2025 | 10:04 WIB
Gus Fawait hadir meramaikan Festival Egrang Ledokombo. (Instagram/gus.fawait)
Gus Fawait hadir meramaikan Festival Egrang Ledokombo. (Instagram/gus.fawait)

SketsaNusantara.id - Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, kembali menjadi sorotan publik usai mengunggah kegiatan kunjungan budaya di Kecamatan Ledokombo pada 26 Juli 2025.

Ia hadir langsung dalam acara Festival Egrang, didampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Wakil Menteri Koperasi dan UMKM.

Festival tahunan itu dinilai sebagai bentuk kebanggaan budaya lokal. Dalam unggahannya di akun Instagram @gus.fawait, ia menyebut Ledokombo sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya luar biasa dan dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga: Ramai Beredar Video Bupati Jember Mendukung Sound Horeg yang Menuai Kritik usai MUI Tetapkan Fatwa Haram, Begini Tanggapan Gus Fawait

“Ledokombo bukan sekadar kecamatan, ini adalah etalase budaya Jember yang telah dikenal hingga mancanegara,” tulisnya.

Gus Fawait juga menyatakan keyakinannya bahwa jika dikelola dengan baik, Ledokombo bisa menjadi destinasi budaya unggulan di Jawa Timur.

Sebelum menghadiri festival, ia bersama Wamen PPPA turut meninjau pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soebandi Jember.

Baca Juga: Pengumpulan Data Guru Ngaji di Jember Capai 60 Persen, Gus Fawait Janjikan Cair sebelum Pergantian Tahun

Mereka menyapa pasien perempuan dan anak, serta berdiskusi soal pentingnya sinergi pusat-daerah dalam peningkatan pelayanan untuk kelompok rentan.

“Jember punya potensi besar, mulai dari budaya hingga pelayanan publik. Tinggal bagaimana kita bersama-sama merawat, mengangkat, dan memperkenalkannya ke dunia,” ujarnya.

Namun unggahan tersebut menuai gelombang kritik dari masyarakat Jember. Warganet menilai perhatian Bupati tidak selaras dengan kondisi darurat yang sedang dihadapi masyarakat: kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Wacanakan Pembangunan Tol Jember-Bondowoso-Situbondo, Gus Fawait: Ini untuk Kemajuan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Beberapa komentar menyoroti bahwa pemerintah daerah terkesan lebih fokus pada acara seremonial, ketimbang menangani krisis yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.

"BBM tidak ada, Pak. solusi?" tulis akun @saifikri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X