SketsaNusantara.id - Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, kembali menjadi sorotan publik usai mengunggah kegiatan kunjungan budaya di Kecamatan Ledokombo pada 26 Juli 2025.
Ia hadir langsung dalam acara Festival Egrang, didampingi Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Wakil Menteri Koperasi dan UMKM.
Festival tahunan itu dinilai sebagai bentuk kebanggaan budaya lokal. Dalam unggahannya di akun Instagram @gus.fawait, ia menyebut Ledokombo sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya luar biasa dan dikenal hingga mancanegara.
“Ledokombo bukan sekadar kecamatan, ini adalah etalase budaya Jember yang telah dikenal hingga mancanegara,” tulisnya.
Gus Fawait juga menyatakan keyakinannya bahwa jika dikelola dengan baik, Ledokombo bisa menjadi destinasi budaya unggulan di Jawa Timur.
Sebelum menghadiri festival, ia bersama Wamen PPPA turut meninjau pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soebandi Jember.
Mereka menyapa pasien perempuan dan anak, serta berdiskusi soal pentingnya sinergi pusat-daerah dalam peningkatan pelayanan untuk kelompok rentan.
“Jember punya potensi besar, mulai dari budaya hingga pelayanan publik. Tinggal bagaimana kita bersama-sama merawat, mengangkat, dan memperkenalkannya ke dunia,” ujarnya.
Namun unggahan tersebut menuai gelombang kritik dari masyarakat Jember. Warganet menilai perhatian Bupati tidak selaras dengan kondisi darurat yang sedang dihadapi masyarakat: kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Beberapa komentar menyoroti bahwa pemerintah daerah terkesan lebih fokus pada acara seremonial, ketimbang menangani krisis yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.
"BBM tidak ada, Pak. solusi?" tulis akun @saifikri.