Pukul 14.21 WITA, petugas BTNGR tiba di lokasi dan segera melaporkan kondisi korban dan cuaca di sekitar melalui video rekaman.
Selanjutnya, berdasarkan analisa dari video tersebut, BTNGR memutuskan untuk mengevakuasi korban melalu jalur udara yang lebih minim resiko.
Hal ini dilakukan lantaran korban bukan hanya mengalami patah tulang di bagian leher, namun juga terdapat pendarahan di kepala.
30 Menit kemudian, tim BTN Gunung Rinjani berkoordinasi dengan tim medis dan SGI Air Bali untuk proses evakuasi dengan helikopter.
Barulah pada pukul 15.44 WITA, helikopter mengudara bersama dokter medis yang akan melakukan pemeriksaan awal.
Pada 16.42 WITA, helikopter berhasil mendarat. Korban pun segera mendapatkan pertolongan pertama untuk kemudian dibawa melaluu jalur udara.
Helikopter tersebut kembali lepas landas pada 16.54 WITA dan tiba di Bali pada pukul 17.30 WITA.
Korban pun dibawa ke RS BIMC Kuta Bali melalui jalur darat.
Tak lama setelah insiden tersebut, BTN Gunung Rinjani mengeluarkan pengumuman penutupan sementara pemesanan (booking) tiket melalui aplikasi eRinjani.
Tak hanya itu, penutupan juga dilakukan pada jalur pendakian Plawangan Sembalun dari dan ke Danau Segara Anak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!