SketsaNusantara.id - Kecelakaan pendakian yang kembali terjadi di Gunung Rinjani kembali menyita perhatian publik.
Belum lama usai kasus Pendaki Brasil Juliana Marins, kini pendaki asal Swiss dilaporkan terjatuh di jalur Pelawangan, 25 menit sebelum Jembatan Besi menuju Danau Segara Anak.
Kabar jatuhnya pendaki Swiss berinisial BE (46) ini dibenarkan oleh pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Kantor SAR Mataram.
“Seorang Pendaki berkebangsaan Swiss, Benedikt Emmenegger dilaporkan mengalami kecelakaan saat mendaki Gunung Rinjani Rabu, 16 Juli 2025,” tulis akun Instagram Kantor SAR Mataran dan Badan SAR Nasional.
Dalam proses evakuasi, terungkap sejumlah fakta menarik dari misi penyelamatan tersebut.
Salah satunya penggunaan helikopter untuk mengevakuasi korban.
Dalam pernyataan resmin Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, terungkap alasan korban dievakuasi melalui jalur udara.
Dan berikut ini 5 fakta insiden jatuhnya pendaki asal Swiss lengkap dengan proses evakuasi dan kondisi terkini korban yang dilansir tim redaksi dari Instagram @btn_gn_rinjani dan @kantorsar_mataram.
1. Detail Pendakian
BE memulai pendakiannya pada Selasa, 15 Juli 2025 dengan mengambil jalur Sembalun.
Korban merupakan pendaki legal yang teregistrasi lewat aplikasi eRinjani dengan kode pemesanan ER6DXB5STLQDS.
Artikel Terkait
Nikahi Anak Dedi Mulyadi, Wakil Bupati Garut Tanggapi Tudingan Politik Dinasti, Putri Karlina: Coba Kita Ubah...
Misteri di Puncak Gunung Lawu Apakah Ini Ritual Rahasia atau Tradisi Tahunan?
Pemadam Kebakaran Kabupaten Jember Sukses Evakuasi Cincin Emas yang Terjebak di Jari Manis Pelajar Kaliwates dengan Mini Grinder
Viral! Wanita ini Buka Salon Alis Keliling di Pinggir Jalan, Cuma Rp3000 tapi Hasilnya Rapi Banget Bikin Netizen Ternganga
Terlalu Percaya Sahabat, Dokter Spesialis Kandungan di Jember Boncos Setengah Miliar
Sigap! Damkar Jember Evakuasi Ular Koros 1 Meter yang Masuk Rumah Warga Sumbersari, Pemilik Panik
4 Tersangka Korupsi Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek Ditetapkan, Kerugian Negara Capai Rp1,98 Triliun