SketsaNusantara.id - Di tengah tumpukan karung beras di gudang Bulog, masyarakat Jember tetap melontarkan keluhan soal harga beras yang makin mencekik.
Ironisnya, meskipun pihak Bulog mengklaim cadangan beras di wilayah ini sangat mencukupi, bahkan dikatakan cukup hingga 50 bulan ke depan, kenyataannya harga di pasar justru tetap tinggi.
Kondisi ini membuat warga merasa terbebani, terutama mereka yang harus membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Sub Divre Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menegaskan bahwa ketersediaan stok beras sangat aman.
“Stok cadangan sangat cukup, bahkan dipastikan mencukupi hingga lebih dari empat tahun ke depan,” ujarnya, dilansir SketsaNusantara.id melalui website resmi Bulog.
Namun, jaminan ini rupanya belum mampu meredam keresahan warga yang menghadapi realita harga yang melambung.
Harga beras yang terus merangkak naik semakin terasa memberatkan bagi banyak keluarga, terutama di pedesaan.
Kondisi ini menandakan bahwa persoalan harga beras bukan sekadar angka di pasar, tetapi telah menjadi beban nyata bagi warga, khususnya ibu rumah tangga.
Meski ada beras yang kualitasnya bagus, bagi warga tetap mengalami kesulitan dalam menemukan beras murah tanpa proses pemolesan.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan kebutuhan harian keluarganya.
Menanggapi itu, Muhammad Ade menyatakan bahwa Bulog tengah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai kios dan pasar. Namun, untuk pasar tradisional, pendistribusian masih menunggu verifikasi dinas terkait.