“Korban mengalami pendarahan dan diduga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh,” begitu yang tertulis dalam keterangan resmi BTN Gunung Rinjani.
6. Evakuasi Udara
Pendaki yang memeriksa korban pun meminta agar korban dievakuasi lewat jalur udara (dengan helikopter).
Salah satu alasannya yakni kondisi patah tulang yang dialami korban.
“Karena dikhawatirkan terjadi pendarahan apabila evakuasi manual,”.
7. Proses Evakuasi Pakai Helikopter
Setelah melakukan koordinasi dan analisis lokasi pendaratan, evakuasi udara dinyatakan bisa dilakukan.
Bali Air (pihak helikopter) pun segera mengirimkan helikopter untuk mengevakuasi korban.
Helikopter yang berangkat pukul 16.00 WITA ini tiba 44 menit kemudian, barulah pada pukul 17.00 WITA korban diterbangkan menuju salah satu rumah sakit di Bali rujukan pihak korban.
8. Kondisi Terkini Korban
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dokter dari pihak rumah sakit, korban mengalami sejumlah luka benturan dan patah tulang di beberapa bagian.
Paha kaki kiri dan tulang lengan kanan korban patah, serta terdapat pendarahan di area mata.
Korban juga dilaporkan mengalami lebam-lebam di beberapa bagian tubuh yang disebabkan benturan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!