BE dilaporkan mengalami sejumlah luka termasuk patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.
Baca Juga: Pendaki Alami Sesak Napas di Gunung Prau, Tim Rescue Lakukan Evakuasi Malam Hari
Persiapan Evakuasi
Usai menerima laporan, petugas TN Gunung Rinjani bersama tim evakuasi (EMHC) segera melakukan persiapan proses penyelamatan.
Setelah siap, tim penyelamat yang berasal dari TN Gunung Rinjani, tim medis EMHC dan personel Rinjani Squad segera bergerak dari Pos 2 menuju lokasi korban yang berada 25 menit sebelum Jembatan Besi.
Selain itu, tim penyelamat juga melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan untuk meminta evakuasi via jalur udara.
Permintaan evakuasi via udara tersebut berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan salah satu pendaki lain yang kebetulan berprofesi sebagai dokter.
Permintaan Evakuasi Jalur Udara
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan cek kondisi korban, menyarankan agar evakuasi menggunakan helikopter/evakuasi udara karena dikhawatirkan terjadi pendarahan jika evakuasi manual,” begitu yang tertulis dalam pernyataan resmi BTN Gunung Rinjani.
Setelah mendapatkan laporan dan permintaan evakuasi udara, sekitar pukul 13.51 WITA, Bali Air (pihak helikopter) melakukan analisa kemungkinan pendaratan melalui video di lokasi kejadian yang dikirim oleh petugas.
Selanjutnya, pihak Bali Air segera menerbangkan helikopter pada pukul 16.00 WITA dengan misi evakuasi korban untuk dibawa ke RS BIMC-Kuta Bali yang merupakan rujukan dari pihak asuransi korban.
Sekitar pukul 16.44 WITA, helikopter evakuasi dilaporkan berhasil tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban bersama tim darat.
Korban pun berhasil dibawa dengan helikopter pukul 17.00 WITA menuju RS BIMC-Kuta Bali.