SketsaNusantara.id - Tim Forensik Rumah Sakit Bali Mandara akhirnya mengeluarkan hasil autopsi Juliana Marins.
Hasil autopsi pendaki Brasil yang meninggal di Gunung Rinjani ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Forensik dr. Ida Bagus Putu Alit pada Jumat, 27 Juni 2025.
Dalam pernyataannya, dr. Ida Bagus Putu Alit mengungkapkan penyebab kematian Juliana Marins.
“Sebab kematian karena kekerasan tumpul yang menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam dan pendarahan,” tuturnya kepada awak media.
Alit juga mengungkapkan sejumlah fakta yang ditemukan saat autopsi dilakukan.
Salah satunya kapan Juliana Marins meniggal dunia usai jatuh ke jurang dengan kedalaman 600 meter.
Dan berikut ini 5 fakta hasil autopsi Juliana Marins yang dilakukan oleh tim forensik RS Bali Mandara.
1. Luka di Sekujur Tubuh
Alit mengungkapkan, berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka di hampir seluruh tubuh korban.
Ia pun mengungkapkan bagian tubuh yang paling banyak mengalami luka.
“Tersebar di seluruh tubuh jadi terutama di daerah pungung, kemudian juga di anggota gerak atas dan bawah,” terangnya.
Artikel Terkait
Kronologi Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani, Basarnas Sempat Tunda Proses Penyelamatan
6 Fakta Insiden Pendaki Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kesulitan Evakuasi hingga Penutupan Sementara Pendakian
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia
Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Tim SAR Dibully Usai Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Analis Basarnas: Penyelamatan di Gunung Kompleks dan Berbahaya
Konflik Iran dan AS Picu Kekhawatiran, Ini Analisis Bung Kus soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Polri Luncurkan PoliceTube, Platfom Mirip YouTube Berisi Konten Kinerja Polisi, Netizen Kembali Ungkit Briptu Norman Kamaru
Update Harga Beras Jember Hari Ini 27 Juni 2025: Ada Penurunan Mengejutkan di Akhir Bulan, Konsumen Diuntungkan?