Hingga kini, juga belum ada laporan kerusakan serius maupun korban akibat gempa bumi maupun tsunami kecil yang menghantam Alaska.
BMKG juga sudah pernah membahas soal gempa yang mengguncang Alaska beberapa tahun lalu, apalagi peristiwa ini sudah beberapa kali terjadi.
Pihaknya mencatat gempa bumi terbesar di Alaska terjadi pada bulan Juli 2021 lalu dengan magnitudo 8,2 SR dengan pusat berada di laut dengan kedalaman 35 km.
"Menurut rilis USGS gempabumi tersebut terjadi sebagai akibat dari patahan naik (thrust faulting) di kedalaman dangkal pada zona subduksi antara lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara," tulis BMKG dalam situs resminya.
"Alaska merupakan wilayah rawan terjadi gempabumi. Berdasarkan hasil pemodelan tsunami oleh BMKG, gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia, sehingga BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami," tuturnya.
Wilayah Alaska memang dikenal aktif secara seismik karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Bukan hal asing jika wilayah ini diguncang gempa bumi.
Tercatat sudah terjadi lebih dari 49 ribu gempa dalam beberapa tahun terakhir sejak 2021 dan beberapa pemukiman warga di sana juga dirancang tahan gempa.
Kesadaran masyarakat yang berinvestasi pada infrastruktur rumah tahan gempa serta langkah sigap otoritas setempat untuk dilakukan evakuasi menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana di wilayah rawan seperti Alaska.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini