SketsaNusantara.id - Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) belum lama ini mengguncang Alaska Peninsula, Amerika Serikat, bahkan sampai memicu peringatan dini tsunami.
Kabar ini tersebar luas, memicu kekhawatiran publik dan jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun ikut menyoroti fenomena ini untuk mengungkap keterkaitannya dengan Indonesia.
Salah satu warganet mengunggah video yang menunjukkan kondisi salah satu rumah penduduk yang berguncang kuat saat gempa terjadi pada hari Rabu, 16 Juli pukul 12:37 waktu setempat atau pada hari Kamis, 17 Juli 2025 sekitar pukul 03:37 waktu Indonesia.
"Gempa bumi magnitudo 7,3 SR telah melanda lepas pantai negara bagian Alaska, AS, memicu peringatan tsunami, kata Survei Geologi AS. Guncangan begitu kuat seperti hampir merobohkan rumah penduduk. Stay safe," tulis akun X @apollingSolution.
United States Geological Survey (USGS) menyebut pusat gempa berada pada koordinat 54,54 LS (Lintang Selatan) dan 160,47 BB (Bujur Barat), yang berada 66 km di sebelah selatan Sand Point.
Gempa ini termasuk gempa kerak dangkal yang berpusat di dalam laut dengan kedalaman 12 km. Peringatan dini tsunami telah dikeluarkan otoritas setempat.
Dikabarkan air laut sempat naik setinggi 6 cm setelah beberapa menit gempa terjadi. Warga setempat di sekitar lepas pantai dievakuasi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman, karena gelombang tersebut memiliki daya dan kecepatan yang berbeda dibandingkan ombak biasa.
Terpantau sudah ada 2 kali gempa susulan dengan magnitudo 5,2 SR dan 5,3 SR dengan episenter dalam laut yang berada di sebelah Tenggara Sand Point dengan kedalaman 35 km dan 29 km.
BMKG menyebut gempa ini tidak berdampak, apalagi sampai memicu tsunami di wilayah Indonesia. Pihaknya meminta masyarakat untuk tak terpengaruh dengan kabar yang belum tentu jelas kebenarannya.
"Gempa Alaska tadi pagi tidak berpotensi tsunami dan tidak berdampak di Indonesia.Oleh karena itu, masyarakat pesisir Indonesia dihimbau untuk tetap tenang," tulis Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam cuitannya di akun X @DaryonoBMKG, dikutip SketsaNusantara.id hari Kamis, 17 Juli 2025.
Akun Instagram @infogempadunia menyebut peringatan tsunami di Alaska telah dicabut karena tidak ada lagi tanda-tanda gelombang berbahaya menyusul.
Artikel Terkait
Trauma, Mentrans Iftitah Sulaiman Mengenang Tragedi Gempa dan Tsunami yang Menghantam Aceh 20 Tahun Silam: Seperti Terjadi Kiamat...
Trending! Gempa Bumi M 4,4 di Bantul Jadi Sorotan, Netizen Protes BMKG Buntut Telat Unggah Info Bencana Alam, Gegara Kena Efisiensi?
Gempa Bumi Dahsyat Terjadi di Myanmar dan Thailand, Apakah Berdampak Pada Indonesia?
Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Bengkulu, BMKG Ungkap Penyebab hingga Potensi Terjadinya Tsunami, Berpusat di Zona Megathrust?
Kocak! Warganet Tanggapi Gempa 3,1 Magnitudo yang Sempat Bikin Geger Warga DIY