Minggu, 19 Juli 2026

Trauma, Mentrans Iftitah Sulaiman Mengenang Tragedi Gempa dan Tsunami yang Menghantam Aceh 20 Tahun Silam: Seperti Terjadi Kiamat...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Desember 2024 | 14:30 WIB
Potret Mentrans Iftitah mengenang tragedi tsunami Aceh yang menjadi kenangan tak terlupakan hingga membuatnya trauma (Instagram/iftitahsulaiman)
Potret Mentrans Iftitah mengenang tragedi tsunami Aceh yang menjadi kenangan tak terlupakan hingga membuatnya trauma (Instagram/iftitahsulaiman)

SketsaNusantara.id - Menteri Transmigrasi atau Mentrans RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ikut mengenang tragedi gempa bumi dan tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun silam.

Jelang peringatan 20 tahun Tsunami Aceh, Purnawirawan TNI AD itu menceritakan pengalamannya saat menjadi saksi langsung terjadinya bencana dahsyat yang menghantam Serambi Mekkah.

Melalui akun Instagramnya, Mentrans Iftitah mengunggah detik-detik terjadinya tragedi gempa dan tsunami karena saat itu dirinya tengah bertugas di Aceh.

Baca Juga: Kisah Inspiratif dari Sudut Timur Indonesia, Perjalanan Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Berdayakan Kelompok Usaha di Merauke

"Mengenang 20 tahun bencana Tsunami Aceh, yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Ini adalah sejarah yang cukup penting, apalagi kebetulan saat itu saya ada di sana," kata Iftitah dalam postingan akun Instagram @iftitahsulaiman dikutip SketsaNusantara.id hari Jumat, 27 Desember 2024.

"Masih teringat hari Minggu, 26 Desember 2004 sejak jam 7 oagi saya dan pasukan Yonkav 8 yang bertugas di Bireun, Aceh sedang olahraga bersama," tuturnya.

"Tiba-tiba sekitar pukul 07:58 WIB ada gempa, getaran yang cukup keras. Saya sedang lari pagi lalu merasa oleng, begitu saya duduk getaran terasa makin kuat bahkan tembok bangunan retak, kaca-kaca pecah," imbuhnya.

Baca Juga: Miris! Baru 13 Hari, Infrastruktur Alun-Alun Jember Nusantara Sudah Banyak yang Rusak, Diduga akibat Kualitas Buruk, Netizen: Lungguh Nyamil Keramik

Tak hanya melihat beberapa bangunan mengalami kerusakan, Iftitah kala itu juga keheranan usai melihat panser dengan berat 5,2 ton yang berjalan sendiri padahal posisi roda terkunci.

Hal tersebut menunjukkan begitu dahsyatnya goncangan gempa seperti terjadi "kiamat" yang mengakibatkan para prajurit Yonkav 8 berhamburan keluar ruangan mencari tempat aman ke lapangan.

"Prajurit berhamburan keluar, ada yang tiarap sambil menyebut nama Tuhannya, berteriak takbir berulang-ulang. Tanah pun retak dan terbelah, sebagian dari kami bahkan berpikir, mungkin inilah terjadinya kiamat itu," kata Iftitah.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Israel Ternyata Juga Pernah Berikan Donasi untuk Bantu Korban Tsunami Aceh, Diterima Pemerintah Indonesia?

"Setelah beberapa menit diguncang gempa bumi 9,3 skala richter, kami lihat tiang-tiang listrik di jalan raya sudah pada roboh semua. Saluran listrik terputus dan komunikasi yang berfungsi hanya radio," imbuhnya.

Melalui radio yang menjadi alat komunikasi satu-satunya, Iftitah kala itu bersyukur ratusan anak buahnya selamat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @demokratjabar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X