news

Akhirnya Terungkap! Ternyata Hasil Autopsi Juliana Marins di Brasil Tegaskan Trauma Parah, Sesuai Temuan Forensik Indonesia?

Jumat, 11 Juli 2025 | 13:35 WIB
Ilustrasi hasil autopsi Juliana Marins di Brasil (Freepik/peoplecreations)

Berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru yang telah dilakukan di Brasil, para ahli pun akhirnya membuat sebuah kesimpulan.

Kesimpulan dari para ahli yaitu Juliana mengalami perdarahan internal hebat yang diakibatkan cedera serius pada hampir seluruh bagian tubuhnya.

Adapun bagian tubuh yang terdampak yaitu bagian tengkorak, dada, perut, tulang belakang, panggul, dan anggota tubuh lainnya.

Baca Juga: RDP Komisi V DPR RI, Netizen Sebut Politisi Golkar ini akan Benturkan Agam Rinjani dengan Basarnas Terkait Misi Evakuasi Juliana Marins

Dikutip SketsaNusantara.id dari The Independent, hasil autopsi ini menunjukkan bahwa Juliana meninggal dalam waktu kurang dari 20 menit setelah mengalami luka-luka yang fatal.

Namun, tidak ditemukan tanda-tanda hipotermia ataupun herniasi otak yang biasanya muncul jika korban bertahan hidup dalam waktu yang lebih lama.

Lebih lanjut, laporan forensik dari pihak Brasil pun menyebutkan bahwa Juliana juga mengalami periode agonal, yaitu suatu fase saat tubuh menghadapi tekanan ekstrim sebelum kematian, yang diakibatkan stress intens dan kegagalan sistem tubuh secara progresif.

Baca Juga: Ali Musthofa Nekat Turuni Jurang Demi Selamatkan Juliana, Kini Justru Dihujat Publik

Namun, dari hasil forensik tersebut pun tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan zat, kelelahan ekstrim, maupun malnutrisi yang terjadi pada korban.

“Penyebab langsung kematian adalah perdarahan hebat akibat luka berat pada organ vital yang konsisten dengan benturan energi kinetik tinggi,” jelas pernyataan tim forensik dari Rio, sebagaimana yang dikutip SketsaNusantara.id dari G1 Globo.

Harapan Keluarga: Keadilan dan Evaluasi Layanan Evakuasi

Sebelumnya, hasil autopsi yang telah dilakukan di Indonesia tidak menunjukkan adanya kemungkinan korban bisa bertahan hidup lebih lama saat kejadian berlangsung.

Atas hasil tersebut, pihak keluarga ternyata tetap menyayangkan proses evakuasi korban yang dinilai lamban.

Ayah korban, Manoel Marins, menyatakan bahwa keterlambatan tim SAR itu menunjukkan “minimnya perhatian terhadap keselamatan manusia” serta meminta agar diadakannya evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh terhadap fasilitas penyelamatan di kawasan wisata alam Indonesia.

“Jika tim penyelamat tiba dalam waktu tujuh jam, Juliana masih bisa hidup,” ungkap keluarga seperti yang dilansir dari TV Globo.

Halaman:

Tags

Terkini