"Tidak ada tanda-tanda kekerasan kemungkinannya satu, penyakit tertentu yang diderita oleh korban sehingga dia kemudian kehilangan nafas," tegasnya.
"Atau memnag korban sengaja memasang itu meskipun tujuannya untuk menghilangkan sakit tapi juga dengan niat sudah putus asa dengan kondisi kesehatannya," imbuhnya lagi.
Namun Suprapto menegaskan bahwa jika ada upaya menutup pernafasan maka biasanya akan ditemukan tanda-tanda lain yang yang bisa digunakan, apa kondisi ini digunakan untuk bunuh diri atau dilakukan oleh orang lain.
Sementara itu korban terlihat di cctv terakhir kali mengambil orderan makanan terakhir kalinya menurut Suprapto juga akan bisa membuka kunci misteri kematian ini.
Dengan autopsi nanti akan ditemukan apakah Arya Daru mati keracunan makanan atau justru nanti ditemukan penyakit yang cukup serius yang memberikan serangan dalam waktu singkat.
Hal itu diperkuat dengan temuan polisi berupa obat kolesterol dan gerd di dalam kamar kost Arya Daru.
Menurut Suprapto, gerd di dalam anggapan masyarakat merupakan penyakit yang tidak mematikan namun ketika volume berlebih maka akan menjadi penyebab hilangnya nyawa seseorang karena kerja jantung terganggu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini