SketsaNusantara.id - Berita mengenai kematian diplomat muda Kemenlu, Arya Daru Pangayunan yang meninggal dunia di kamar kost nya di kawasan Menteng saat ini masih dalam pendalaman kepolisian
Diplomat muda yang ditemukan meninggal di kamar kosnya tanpa ada tanda luka-luka dengan kepala terbungkus lakban, telah menarik perhatian publik terkait apa sebetulnya penyebab dari kematiannya.
Hingga akhirnya ada praduga bahwa Arya Daru meninggal dunia karena dibunuh namun ada pula dugaan yang mengejutkan bahwa ia meninggal karena bunuh diri.
Drs. Soeprapto, S.U., seorang sosiolog kriminalitas dan dosen purna Universitas Gadjah Mada, memberikan pandangannya terkait berbagai kemungkinan penyebab kematian dalam kasus-kasus seperti ini.
Suprapto tidak secara spesifik mengidentifikasi penyebab pasti kematian Arya Daru namun sebagai seorang sosiolog kriminalitas, ia dapat memberikan analisis mengenai pola atau faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi pada insiden semacam itu.
Dalam kasus Arya Daru, Suprapto memberikan perhatian khusus pada lakban yang melilit tubuh korban.
"Kita sudah menerima informasi pada lakban itu sudah ditemukan sidik jari," ujar Suprapto dari SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Lakban ini akan menjadi kunci untuk mengungkap lebih jauh," imbuhnya.
Menurutnya, penemuan lakban di kepala korban dan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh seringkali menjadi salah satu indikasi awal yang dipertimbangkan dalam kasus bunuh diri.
Sebagai Kriminolog atau sosiolog kriminalitas ia melihat pola-pola perilaku atau kondisi psikologis yang dapat mendorong seseorang untuk mengakhiri hidupnya, seperti tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kondisi kesehatan mental.
Artikel Terkait
5 Komisaris PT PLN EPI, Ada Taufik Hidayat hingga Anak Buah Bahlil Lahadalia, Banyak yang Rangkap Jabatan?
Bikin Heboh! Neo Japan Ditelpon Langsung Pejabat Jepang Gara-Gara Perilaku Negatif WNI di Jepang
Langkah Berani BRI Menuju 2030, Transformasi yang Menuai Pujian DPR karena Dinilai Mengubah Arah Bisnis
Setelah Jalur Pecoro Rambipuji Mulus, Pemkab Jember Perbaiki Aspal di Perlintasan Kereta Api Desa Garahan
Kisah Tragis Juliana di Rinjani yang Menari, Tersenyum di Pendakian Pertama Lalu Hilang, Apakah Ali Siap Dipenjara?
Sebagai Triple Minority, Mengapa Sherly Tjoanda Yakin Terjun ke Politik yang Didominasi Pria?