"Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Misri kerap stres bahkan seperti 'kerasukan' arwah Nurhadi yang mengatakan nama pelaku dan cara dibunuhnya," ungkap Yan Mangandar, dikutip dari postingan akun X @Meta80ki yang diunggah pada hari Rabu, 9 Juli 2025.
"Ingatannya seperti tidak bisa dibuka. Saat hipno, dia bilang sulit menceritakan, seakan-akan ada sosok raksasa yang wajahnya enggak kelihatan yang melarang dia tidak boleh bercerita di bagian itu," imbuhnya.
Polda NTB mengungkap kasus ini yang bermula dari pesta atau private party yang ikut menyeret peran perempuan muda seperti Misri untuk menemani petinggi polisi.
Namun, kini Misri ikut menanggung beban hukum yang kemudian menimbulkan gangguan mental bahkan trauma hingga depresi berat yang menyebabkan proses penyidikan kasus ini makin rumit.
Sebagai informasi, Brigadir Nurhadi ditemukan meninggal dunia pada 16 April 2025 lalu. Dugaan awal menyebut korban tewas karena tenggelam, namun ditemukan bekas luka pada jenazah Nurhadi yang mengindikasikan tindakan kekerasan.
Hasil tes urine Nurhadi juga ditemukan zat tertentu yang diduga adanya penggunaan obat-obatan terlarang.
Berdasarkan hasil autopsi, siduga korban diberi obat penenang hingga tak berdaya lalu dicekik dan dianiaya. Dalam keadaan tak sadarkan diri, Nurhadi kemudian ditenggelamkan hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Meski kini sudah ditetapkan 3 tersangka, namun Polda NTB masih mencari pelaku utama penganiayaan karena ketiga tersangka tak ada yang mau mengaku melakukan perbuatan keji ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini