news

Viral di TikTok! Guru SD di Malaysia Kesal Murid Menulis Tugas dengan Bahasa Indonesia, Netizen: Susanti Pulang, Misimu Berhasil

Minggu, 6 Juli 2025 | 17:45 WIB
Guru Bahasa Melayu di SD Negeri Malaysia ini kesal karena muridnya mengerjakan tugas dengan Bahasa Indonesia. (TikTok/duniapunyacerita_)

Reaksi publik terbagi menjadi dua, yaitu dari warganet Malaysia dan Indonesia.

Warganet Malaysia ada yang mendukung guru karena khawatir asimilasi kosakata terlalu jauh. 

Baca Juga: Viral di Brasil, Dana Donasi Rp1,54 Miliar untuk Agam Rinjani Cair Tanpa Potongan, Begini Cerita Lengkapnya!

Ada pula yang menganggap perpaduan bahasa sebagai hal yang wajar di era digital yang sedang berkembang pesat ini.

Sedangkan warganet Indonesia sebagian menanggapi santai, menyebut fenomena ini “balasan” karena anak-anak Indonesia juga sering memakai kosa kata bahasa Malaysia seperti yang diucapkan dalam film animasi Upin-Ipin.

Video tersebut tidak luput dari komentar warga TikTok. Komentarnya pun beragam mulai dari  yang mendukung guru tersebut, sampai yang membawanya menjadi bahan candaan.

Baca Juga: Viral! Anggota DPRD Termuda Kendari Fadhal Rahmat Ngevape saat Rapat Bahas PHK Buruh, Auto Banjir Kritik: Adabnya Kosong

“Aku support nih guru. Karena kalau dibiarkan mungkin 20 tahun mendatang generasi mereka lupa bahasanya dan malah mengklaim bahasa kita jadi bahasa mereka,” tulis salah satu warganet.

“Wajar aja si gurunya marah, ya kita Indonesia mereka Malaysia, kalau mereka pakai bahasa Indonesia budaya Malaysia bakal hilang,” sambung warganet yang lain.

“Maksud Bu Guru ini, ini kan belajar Bahasa Melayu Malaysia, terus murid-muridnya pakai Bahasa Indonesia, ya jelas salah lah.Kita aja belajar Bahasa Indonesia waktu sekolah kalau salah ya kena marah lah sama guru Bahasa Indonesia,” warganet lain menanggapi.

“Susanti pulang, misimu sudah berhasil,” seloroh warganet, menyebut salah satu karakter di film animasi Upin Ipin yang diceritakan berasal dari Indonesia.

Fenomena ini menggarisbawahi betapa kuatnya pengaruh media sosial lintas negara dan perlunya pendidik membimbing siswa agar mampu menempatkan ragam bahasa secara tepat tanpa menegasi kedekatan kultural Indonesia-Malaysia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini