Reaksi publik terbagi menjadi dua, yaitu dari warganet Malaysia dan Indonesia.
Warganet Malaysia ada yang mendukung guru karena khawatir asimilasi kosakata terlalu jauh.
Ada pula yang menganggap perpaduan bahasa sebagai hal yang wajar di era digital yang sedang berkembang pesat ini.
Sedangkan warganet Indonesia sebagian menanggapi santai, menyebut fenomena ini “balasan” karena anak-anak Indonesia juga sering memakai kosa kata bahasa Malaysia seperti yang diucapkan dalam film animasi Upin-Ipin.
Video tersebut tidak luput dari komentar warga TikTok. Komentarnya pun beragam mulai dari yang mendukung guru tersebut, sampai yang membawanya menjadi bahan candaan.
“Aku support nih guru. Karena kalau dibiarkan mungkin 20 tahun mendatang generasi mereka lupa bahasanya dan malah mengklaim bahasa kita jadi bahasa mereka,” tulis salah satu warganet.
“Wajar aja si gurunya marah, ya kita Indonesia mereka Malaysia, kalau mereka pakai bahasa Indonesia budaya Malaysia bakal hilang,” sambung warganet yang lain.
“Maksud Bu Guru ini, ini kan belajar Bahasa Melayu Malaysia, terus murid-muridnya pakai Bahasa Indonesia, ya jelas salah lah.Kita aja belajar Bahasa Indonesia waktu sekolah kalau salah ya kena marah lah sama guru Bahasa Indonesia,” warganet lain menanggapi.
“Susanti pulang, misimu sudah berhasil,” seloroh warganet, menyebut salah satu karakter di film animasi Upin Ipin yang diceritakan berasal dari Indonesia.
Fenomena ini menggarisbawahi betapa kuatnya pengaruh media sosial lintas negara dan perlunya pendidik membimbing siswa agar mampu menempatkan ragam bahasa secara tepat tanpa menegasi kedekatan kultural Indonesia-Malaysia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Brainly Kalah Populer? Inilah Fakta Mengapa Chat AI Lebih Dipilih Pelajar Zaman Sekarang
Khitanan Massal di RSD Kalisat, Pemerintah Kabupaten Jember Terus Dorong Pelayanan Kesehatan Prima
Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal, Bupati Jember Gus Fawait: Kalau Tidak Dilayani dengan Baik, Laporkan!
Tak Mau Warganya Sakit dan Terabaikan, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dokter Rumuskan Solusi Tekan Angka Stunting dan AKI-AKB
Tak Ingin Ada Alasan Lagi, Bupati Jember Gus Fawait Minta Fayankes Harus Utamakan Kebersihan
3 Pernyataan Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya Usai Kapal Tenggelam di Selat Bali, Ada 1 yang Belum Terjawab