SketsaNusantara.id - Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa di awal Juli, mencatat rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi.
Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Portugal hingga Inggris mencatat suhu melebihi 46°C. London mencatat suhu tertinggi tahun ini.
Sementara itu berbagai kota di Jerman, Italia, dan Polandia juga terdampak suhu ekstrem.
Warga di berbagai negara Eropa seperti anak-anak dan lansia paling banyak terdampak akibat suhu tinggi ini, terutama yang sensitif terhadap cuaca ekstrem.
Berdasarkan pantauan tim SketsaNusantara.id dari halaman theguardian.com, gelombang panas ini terjadi sejak akhir Juni, dan mencapai puncaknya pada awal Juli (1-2 Juli).
Penyebab dari cuaca ekstrem ini diduga karena adanya kombinasi perubahan iklim global, pola sirkulasi udara yang tidak normal, serta efek pemanasan global yang semakin intensif.
Masih dikutip dari website theguardian.com, di negara Prancis, 84 departemen memasuki status siaga cuaca panas, Eiffel Tower ditutup untuk sementara.
Sedangkan di London, Inggris, suhu mencapai 34,7°C di St. James’s Park, dan dianggap sebagai hari terpanas di tahun 2025 ini.
Sementara itu Italia menyetop aktivitas luar ruangan di 13 wilayah saat suhu ekstrem terjadi, berdasarkan informasi dari halaman reuters.com.
Baca Juga: Tonton! Apple Tampilkan Tarian Aceh yang Memukau, Ratoh Jaroe Jadi Sorotan Global!
Dampak dari suhu ekstrem global ini antara lain banyak kota membangun “oasis iklim” dan mengizinkan masuk gratis ke museum atau fasilitas pendingin udara untuk lansia dan anak-anak.
Masih dari halaman reuters.com, ribuan sekolah di Prancis ditutup, dan aktivitas luar ruangan di Italia dibatasi.